Senin, 10 Februari 2020 10:04 WITA

Peluang Danny Pomanto Cukup Besar Kendarai Partai di Pilwalkot Makassar

Editor: Abu Asyraf
Peluang Danny Pomanto Cukup Besar Kendarai Partai di Pilwalkot Makassar
Danny Pomanto (kiri) bersama istri dan anak.

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Mohammad Ramdhan Pomanto paling siap bertarung di Pilwalkot Makassar 2020. Elektabilitas tinggi jadi jaminannya.

Pria yang akrab disapa Danny itu juga paling santai. Kalau tak diusung parpol, jalur perseorangan siap ditempuh. Tidak sulit mengumpulkan dukungan. Infrastruktur lengkap hingga tingkat terbawah.

Danny sementara ikut penjaringan di beberapa parpol. Namanya masuk unggulan. Di Golkar, misalnya, Danny bersaing dengan Syamsu Rizal dan Irman Yasin Limpo.

Kalau elektabilitas yang menjadi ukurannya, Danny bakal melenggang mulus. 

Hal serupa sebenarnya terjadi pada Pilwalkot 2018. Tidak ada yang mengalahkan elektabilitas Danny. Namun, sebagian besar parpol justru mendukung Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi.

Hasilnya, pasangan Appi-Cicu tak mampu mengungguli kolom kosong. Danny yang berpasangan Indira didiskualifikasi sebelum pemungutan suara.

Tak heran jika pengamat politik saat itu menganggap parpol telah melakukan bunuh diri massal. Akankah kasus serupa terulang di Pilwalkot Makassar 2020?

Sabtu (22/2/2020) jadi penentuannya. Relawan dan loyalis Danny Pomanto menggelar musyawarah rakyat. Acara dipusatkan di gedung Celebes Convention Center (CCC), Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar.

Mereka akan menentukan, Danny Pomanto maju dengan mengendarai partai politik atau melalui jalur perseorangan. Artinya, rekomendasi parpol harus sudah ada sebelum musyawarah tersebut.

Analis komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar, Dr Firdaus Muhammad berpendapat, Danny Pomanto harus meninggalkan jalur perseorangan. Harus tetap fokus pada partai politik.

Menurutnya, wali kota Makassar periode 2014-2019 itu memiliki peluang cukup besar untuk mengendarai parpol di Pilwalkot Makassar 2020 ini. Dia menyebut parpol yang potensial mengusung Danny yakni Golkar dan NasDem.

loading...

"Survei tinggi jadi pertimbangan partai," tuturnya Firdaus, Senin (10/2/2020).

Selain itu, Danny Pomanto juga dianggap memiliki modal sosial politik, berupa pengalaman. Kendati begitu, Firdaus bilang,  Danny Pomanto harus lebih intens bergerak lintas partai.

"Dibutuhkan komunikasi politik lebih intens terutama membangun koalisi dan penetapan pasangan," ucapnya.

Maju melalui kendaraan parpol lanjut Firdaus, gengsinya jauh lebih tinggi ketimbang lewat jalur perseorangan.

Apalagi DPD I Golkar Sulsel baru saja merilis hasil penjaringannya. Danny Pomanto merupakan satu dari tiga bakal calon yang akan diusung partai berlambang pohon beringin ini.

"Jadi, bukan hanya soal terpilih. Tapi legitimasi politik melalui parpol juga penting," kata Firdaus.

Di sisi lain, relawan Danny Pomanto menyatakan kesiapannya. Siap dengan segala kondisi dalam menghadapi Pilwalkot Makassar 2020.

"Kami mau beliau juga siap dengan segala kondisi. Parpol kami siap, perseorangan pun kami siap," ujar salah satu relawan DP, Rizal A Rahman.

"Kami dari relawan tidak mau beliau tidak maju di 2020 ini. Makanya kami juga mengambil Sistem Informasi Pencalonan (Silon) di KPU. Itu merupakan bentuk dorongan para relawan agar Pak Danny maju menggunakan jalur perseorangan. Sebagai langkah antisipasi apabila beliau tidak mendapatkan rekomendasi parpol," pungkasnya.
 

Loading...
Loading...