Sabtu, 22 Februari 2020 01:57 WITA

RMS Berusaha Duetkan DP-None, Begini Kemungkinannya Menurut Pengamat 

Editor: Abu Asyraf
RMS Berusaha Duetkan DP-None, Begini Kemungkinannya Menurut Pengamat 
Status Rusdi Masse di Instagram

RAKYATKU.COM - Tiga kali Rusdi Masse mengunggah foto dua tokoh dalam satu momentum. Moh Ramdhan Pomanto alias Danny dan Irman Yasin Limpo alias None.

Ketua DPW Partai NasDem itu pertama kali mengunggah foto DP-None pada 24 Desember 2019. Dalam sebuah acara, keduanya salam komando dalam balutan batik.

Danny dan None duduk semeja. Tampaknya di sebuah resepsi pernikahan. Keduanya kompak mengenakan kacamata dan tersenyum ke arah kamera.

Rusdi Masse tidak berkomentar apapun dalam foto tersebut. 

Foto yang sama kembali diunggah Rusdi Masse yang juga anggota DPR RI itu pada 30 Januari 2019. Lagi-lagi tanpa komentar apapun.

Terakhir Jumat malam (21/2/2020). Mantan bupati Sidrap dua periode itu kembali mengunggah foto salam komando DP-None. Kali ini disertai keterangan.

"Insya Allah DP None," tulis RMS.

Kontan, unggahan itu menuai banyak respons. Salah satunya mengatakan, "Pertarungan sudah selesai sebelum dimulai."

Dihubungi soal paket ini, Danny Pomanto memberi sinyal positif. Dia mengaku menyerahkan penentuan wakilnya sepenuhnya kepada parpol pengusung.

"Saya ikut sesuai perintah parpol pengusung," katanya singkat di sela-sela persiapan Musyawarah Rakyat, Jumat malam (21/2/2020).

Secara kasat mata, kedua figur ini terlihat sulit menyatu.  Apalagi, None beberapa kali menyatakan dirinya punya konsep yang akan coba diterapkan di Makassar.

Selama ini dengan menjadi kepala dinas, lebih banyak menjalankan konsep atau program gubernur. Makanya, dia ngotot maju sebagai calon wali kota. Bukan calon wakil wali kota.

"Selama kepemimpinan DP sebagai wali kota, None sebagai pejabat Pemprov cenderung sulit bersinergi dengan kebijakan-kebijakan pemkot," ujar Andi Luhur Prianto, pengamat politik, Jumat (21/2/2020). 

loading...

RMS Berusaha Duetkan DP-None, Begini Kemungkinannya Menurut Pengamat 

Andi Luhur Prianto
 
"Di beberapa kesempatan, None sering underestimate terhadap kepemimpinan DP. Tapi di pilkada, bukan soal suka atau tidak suka. Penentuan pasangan lebih banyak dilakukan oleh elite partai pengusung," lanjut dosen ilmu pemerintahan Unismuh Makassar ini.

Namun, peluang berduet juga terbuka. Realitas politik sudah berkali-kali terbukti bahwa tidak ada kawan dan lawan yang abadi. Itu hukum yang berlaku dalam politik.

Nah, yang menarik menurut Andi Luhur, karena informasi ini datang dari Rusdi Masse. Dia jarang bercanda soal politik, apalagi sampai diunggah di akun Instagram pribadinya.

"Ujian wibawa untuk RMS juga ini," tambah Andi Luhur.

Dari segi elektoral, DP dan None bisa menjadi kekuatan tak tertandingi di Makassar. Mereka paham peta dukungan pemilih. Sama-sama punya tim pemenangan yang teruji. 

"Soal peluang, kembali ke soliditas dukungan dan kerja tim elektoral mereka. Termasuk siapa-siapa yang jadi lawannya. Keuntungannya, mereka telah melalui ujian elektoral dan terbukti lulus," urai Andi Luhur.

Danny Pomanto dijadwalkan menerima rekomendasi Partai NasDem di CCC, Sabtu (22/2/2020). Naskahnya sudah beredar. Tanpa wakil.

None lebih dahulu mendapatkan rekomendasi dari PAN. Juga belum ada pasangan. Mungkinkah dua rekomedasi tanpa pasangan itu menunjukkan ada skenario untuk menduetkan keduanya?

"Kalau diperhatikan secara saksama, surat tugas untuk None lebih fleksibel dan membuka kemungkinan menjadi calon wakil," ungkap Andi Luhur.

"Tapi ini kembali komitmen mereka pada fatsun politik. Juga konsensus di antara partai politik pengusung. Apakah mereka ingin bersaing berebut dukungan partai, sebagaimana psywar yang dilontarkan. Ataukah mereka memilih safety dengan menyatukan kekuatan," tutup ketua Komisi Informasi MUI Sulsel ini.

Loading...
Loading...