Kamis, 12 Maret 2020 14:46 WITA

Pilkada Makassar

Temuan PPI: Deng Ical 01, Appi 02

Penulis: Syukur
Editor: Mulyadi Abdillah
Temuan PPI: Deng Ical 01, Appi 02
Kolase: Deng Ical (kiri) dan Appi

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Direktur Parameter Publik Indonesia (PPI), Ras MD buka suara tentang potensi menyatunya Syamsu Rizal (Deng Ical) dengan Munafri Arifuddin (Appi) di Pilkada Makassar 2020.  

Menguatnya dua figur ini menyatu, pasca Ilham Arief Sirajuddin (IAS) melakukan "test on the water" melalui akun Instagramnya beberapa hari lalu. IAS mengunggah logo IA; Ical-Appi dengan jargon "Somberena Makassar".

Unggahan itu sontak menuai pro kontra, baik dari kubu Deng Ical maupun Appi. Kubu Deng Ical pro dengan "test on the water" IAS. Sebaliknya, ditentang oleh Appi. CEO PSM Makassar itu tetap konsisten membidik kursi 01. 

Apa temuan survei PPI tentang wacana duet Ical-Appi atau Appi-Ical?

"Simulasi ideal antara Appi & Ical; Ical 01 Appi 02. Jangan Appi 01 Ical 02. Itu sangat nggak ideal. Jika Appi 01, Appi akan mengulangi kembali kekalahannya. Sebab, ia bukan figur utama yang diinginkan oleh mayoritas publik makassar," ungkap Direktur Parameter Publik Indonesia (PPI), Ras MD saat dikonfirmasi Rakyatku.com, pada Rabu (11/3/2020).

Ras MD mengatakan, hasil survei teranyar yang dilakukan lembaganya menunjukkan, elektabilitas Deng Ical lebih tinggi dibanding Appi. Hal itu tak lepas dari pengalaman Deng Ical sebagai mantan wakil wali kota Makassar. Begitupun juga persepsi personality. Dengn Ical lebih di atas dari Appi. 

loading...

"Di data kami, Ical itu tingkat keterpilihannya sudah mencapai 23,4 persen Sedangkan Appi hanya diangka 10,4 persen. Namun, jika dua figur ini menyatu, tentu menjadi pasangan kuat. Dengan catatan, Deng Ical 01, Appi 02," papar Ras MD. 

Adapun yang menjadi faktor pasangan ini akan kuat, karena menurut PPI keduanya cukup populer. Kekuatan Ical akan semakin paripurna jika Appi bersedia mendampingi Deng Ical. Deng Ical adalah politikus, plus Appi sebagai pengusaha sukses.

Keduanya pun bisa menyatukan banyak tokoh besar. Seperti IAS, Aksa Mahmud bahkan Jusuf Kalla. 

Analisa Ras, situasinya lebih adem ketimbang dua figur ini tidak bersama. Selain kekuatan tokoh bersatu, kedua figur ini akan mudah menyatukan banyak parpol. 

"Saya amat yakin parpol akan mudah mengeluarkan rekomendasi kepada pasangan ini. Bahkan bukan lagi format surat tugas, tapi sudah fotmat B-1 KWK. Jika situasinya demikian, kekuatan tokoh bersatu, mesin politik berjalan maksimal, pasangan ini tentu sangat kuat," demikian ulasan Ras MD.

Loading...
Loading...