Jumat, 12 Juni 2020 19:05 WITA

Data Potensi Pemilih Pilkada Makassar Kacau, 2.800 RT Tidak Ada Penduduknya

Penulis: Syukur
Editor: Abu Asyraf
Data Potensi Pemilih Pilkada Makassar Kacau, 2.800 RT Tidak Ada Penduduknya
Romy Harminto

RAKYATKU.COM - Tahapan pemilihan wali kota Makassar yang sempat tertunda akibat virus corona kembali akan dilanjutkan. 

Tahapan kembali akan dilanjutkan pekan depan. Dimulai pada 15 Juni 2020. Sementara pencoblosan diagendakan akan berlangsung pada Desember 2020.

Di tengah corona, Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) yang diberikan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar ternyata bermasalah.

Hal ini diungkap komisoner KPU Makassar, Romy Harminto yang membidangi program dan data. Ia mengatakan pihaknya telah mendapatkan DP4 yang bersumber dari Dinas Catatan Sipil kabupaten/kota.

Data itu diteruskan ke Dirjen Disdukcapil yang akhirnya menjadi DP4. 

"DP4 ini yang kemudian diserahkan ke KPU RI lalu ke KPU Provinsi dan diteruskan ke KPU kabupaten/kota. Setelah data DP4 turun ke kami, kami periksa ulang dan ada 5.754 yang tidak jelas pemilihnya atau anomali," ungkap Romy, Jumat (12/6/2020).

Tak hanya menemukan 5754 pemilih yang masuk kategori anomali, pihaknya juga menemukan pemilih yang RT dan RW-nya nol.

loading...

"Ada juga yang alamatnya sama semua. Misalnya, namanya Rony alamat Manggala, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala. Ada juga sesuai alamat tapi beda kecamatan. Misalnya alamat Tamalate, Kelurahan Barombong, Kecamatan tamalate. Itu bagaimana dan itu jumlahnya lebih dari lima ribu," lanjut Romy.

Tak hanya alamat yang dianggap kacau, jumlah RT yang ada dalam DP4 yang diterima KPU tak sesuai dengan hasil kroscek KPU di lapangan. Selisihnya sangat jauh.

"Di DP4 terdapat 7.844 RT. Saat kita turun bersama tim adhoc hanya 5.008 RT. Jadi selisih sampai 2.800 RT yang tak jelas. Makanya kami sampaikan ke Pak Pj (wali kota), saya heran. Bagaimana caranya nanti kita ketemu di lapangan kalau tidak jelas RT-nya di mana," sambungnya.

Persoalan ini, kata Romy, juga dipertanyakan ke pihak Pemerintah Kota Makassar. Namun, informasi yang diterima pun tidak valid. Bahkan dari pengakuan beberapa camat juga membenarkan ada RT yang memang tidak ada masyarakatnya.

"Makanya kita meeting dan ternyata memang pemkot juga tak ada nilai pasti jumlah RT-nya. Kami sudah kasih semua datanya dan tinggal mereka dalami. Dari pengakuan camat juga mengatakan bahwa ada RT yang memang tidak ada penduduknya. Masuk administrasi pemkot tapi RT tidak ada orangnya," tutup Romy.
 

Loading...
Loading...