Jumat, 09 Juni 2017 13:16 WITA

Pilkada Pinrang 2018

Pengamat: Irwan Hamid Cocoknya Duet dengan Birokrat   

Penulis: Suardi Digat
Editor: Fathul Khair Akmal
Pengamat: Irwan Hamid Cocoknya Duet dengan Birokrat   
Andi Irwan Hamid

RAKYATKU.COM, PINRANG - Bakal calon bupati Kabupaten Pinrang, Andi Irwan Hamid disebut cocok berpaket dengan seorang figur dari kalangan birokrat di Pilkada Pinrang mendatang.

Pemerhati Politik M Rahim Akil menilai, beberapa figur dari kalangan birokrat yang dinilainya ideal mendampingi politisi Partai Demokrat Pinrang itu. "Karena latar belakang Andi Irwan Hamid sebagai politisi, harusnya menggandeng kalangan birokrat," kata M Rahim saat dihubungi Rakyatku.com Jumat (9/6/2017).

Dia mengatakan, beberapa figur dari kalangan birokrat yang muncul menjelang perhelatan akbar politik di Kabupaten Pinrang ini, diantaranya Sekertaris Daerah Kabupaten Pinrang Syarifuddin Side, Kepala Dinas Sosial Hamka Mahmud dan mantan Sekertaris KPU Pinrang Amir Tahir, serta Hasir Tjenne.

"Dari kaca mata saya, justru Hamka Mahmud yang ideal mendampingi Andi irwan hamid," ujarnya.

Sebab kata dia, Hamka Mahmud sudah bergerak untuk arah politik, meski masih berstatus Aparat Sipil Negara (ASN) sejak dua tahun lalu. Sementara ketiga figur lainnya, tergolong masih minim melakukan atifitas politik.

"Pergerakan Hamka Mahmud kata Direktur Lembaga Pemerhati Kinerja DPRD, selama dua tahun terakhir tergolong massif dan merata ke  hingga ke pedalaman. Meski keduanya Andi Irwan Hamid dan  Hamka Mahmud berasal dari bagian kota, namun pengaruh geopolitik tidak terlalu berdampak," jelas dia.

Sebab kata dia, basis suara akar rumput Andi Irwan Hamid yang terbangun selama dua kali dalam mengikuti even politik ini, masih tergolong militan dan merata di hampir semua kecamatan. "Begitu juga dengan akar rumput yang dimiliki Hamka Mahmud, pergerakannya signifikan."

Sementara lanjut dia, jika Andi Irwan Berpasangan dengan Syarifuddin Side maupun Amir Tahir , memang memiliki nilai plus, khususnya dari segi pengalaman dari kedua birokrat tersebut. Namun dalam penggalangan massa, masih tergolong  minim. 

"Bahkan keduanya masih sebatas pemasangan baliho untuk mensosialisasikan diri," pungkasnya.