Minggu, 09 Juli 2017 17:15 WITA

Golkar Palopo Dituding Tidak Konsisten

Editor: Almaliki
Golkar Palopo Dituding Tidak Konsisten

RAKYATKU.COM, PALOPO - Keputusan Tim Penjaringan DPD II Golkar Palopo yang meloloskan delapan kandidat Wali Kota Palopo ke DPD I Golkar Sulsel, dinilai tidak konsisten. 

Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu kandidat bakal calon wali kota yang mendaftar di Golkar, namun dinyatakan tidak lolos yaitu Budi Kamrul Kasim.

"Kesepakatan awal hanya meloloskan tiga nama. Namun diubah menjadi delapan orang yang lolos. Ini kan sikap yang tidak konsisten," kata Budi, Minggu (8/5/2017). 

Budi terpental lantaran dari sembilan pimpinan kecamatan yang diminta untuk memberikan rekomendasi nama, tidak ada satupun yang memilih putra dari mendiang mantan Bupati Luwu, Kamrul Kasim itu.

Budi yang mendaftar pada Selasa (4/7) lalu itu, juga mengeritik sikap tim penjaringan yang tidak memberikan kesempatan kepadanya untuk menyampaikan visi-misi di hadapan para pimpinan kecamatan saat rapat pleno digelar.

"Mestinya saya diberi kesempatan supaya dikenal lebih oleh voters. Tak kenal maka tak sayang," katanya.

Mestinya kata Budi, DPD II Golkar Palopo tidak langsung menggugurkannya. Sebab menurut dia, yang menentukan hasil akhir adalah DPP Partai Golkar. 

"Bagaimana nanti jika setelah mendaftar nama saya yang diputuskan oleh DPP, tapi digugurkan di tingkat kelurahan," katanya. 

Selain di Golkar, Budi juga mendaftar di Partai Gerindra. Dia mengaku salut dengan partai besutan Prabowo Subianto dalam menjaring kandidat Wali Kota Palopo. 

"Alhamdulillah saya sudah mengikuti fit and prpofer test di Gerindra Sulsel dan mendapat apresiasi. Saya harap partai Golkar juga seperti itu, tidak langsung menggugurkan," katanya. 

Selain Kamrul, ada tiga nama lainnya yang tidak lolos di Tim Penjaringan Golkar Palopo lantaran tidak mengembalikan berkas, yakni Mustahir Sidu, Edi Maiseng, dan Basiruddin.

Adapun Wakil Wali Kota Palopo, Akhmad Syarifuddin Daud alias Ome juga dinyatakan gugur lantaran berkas yang dikembalikan tidak lengkap.