09 July 2017 20:35 WITA

None Berkelakar Tentang Politik Dinasti dan Saudaranya

Editor: Almaliki
None Berkelakar Tentang Politik Dinasti dan Saudaranya
Irman Yasin Limpo / Fadel Maujud

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Irman Yasin Limpo mulai menanggapi perihal kemungkinan kakak kandungnya, Haris Yasin Limpo, menatap Pilwalkot Makassar 2018.

Seperti diketahui, dua bersaudara tersebut kini gencar menyebar emblem sebagai bentuk sosialisasinya ikut dalam kontestasi politik. Kakak-adik tersebut juga aktif dalam menjajaki komunikasi politik dengan sejumlah parpol.

"Samaji dengan calon lain," jawab None, sapaan karib Irman, saat wawancara dengan awak media usai mengikuti uji kelayakan di Kantor DPD PDIP Sulsel, Jalan Gunung Bawakaraeng, Makassar pada Minggu (9/7/2017) sore.

Baginya, Nyanyang, sapaan Haris, hanya memiliki kesamaan nama belakangan. Ia pun menyebut Nyanyang tak ubahnya orang lain.

"Tapi orangnya (tim dan basis) Nyanyang berbeda dengan orangku. Mungkin kalau sama-sama lolos, pasti beda partai juga," jelas Kepala Dinas Pendidikan Sulsel tersebut.

Ia juga mengatakan, soal dia dan saudaranya sama-sama ingin maju menjadi kontestan, dikembalikan kepada publik. Katanya, kalau publik menginginkan keduanya maju, meski tidak berpasangan, maka hal itu tidak bisa dihindari. Begitu pun sebaliknya.

"Kan siapa yang tahu pilihan publik (saat ini)?" tegasnya.

Ia pun mengomentari soal isu dinasti, yang bisa saja mendiskreditkan dirinya kala keduanya maju di Pilwalkot Makassar. Menurutnya, isu dinasti tidak hanya bisa dilekatkan pada persoalan pemilihan kepada daerah, ataupun jabatan struktural di pemerintahan.

"Ada dinasti partai. Ada dinasti pengusaha. Ada dinasti media. Macam-macam," tuturnya.

"Kalau saya, serahkan saja (ke publik). Sepanjang tidak dilarang oleh undang-undang, siapa saja punya kewajiban dan hak yang sama untuk berpartisipasi dalam demokrasi," imbuhnya menegaskan.

Lelaki yang dikenal dengan tagline 'Jangan Pikir Macam-macam' itu juga menegaskan, orang lain saja bisa untuk ikut di kontes politik. "Apalagi saya dan Nyanyang besar di lingkungan itu," tegasnya.

Ia mencontohkan, ada dinasti pedagang yang tidak punya latar belakang politik, namun ikut terjun ke dunia politik. "Kok tak dipersoalkan? Mana yang lebih berbahaya?," tukasnya.

"Jadi saya persilakan Pak Haris maju. Tapi jangan berpasangan dengan saya, saya tidak mau," ucapnya disambut gelak tawa.