Jumat, 14 Juli 2017 11:37 WITA

Potensi Bagi-bagi Amplop di Pilkada Pinrang Marak, Ini Kata Pengamat

Editor: Fathul Khair Akmal
Potensi Bagi-bagi Amplop di Pilkada Pinrang Marak, Ini Kata Pengamat

RAKYATKU.COM, PINRANG - Para pemilih harus bijak dalam Pilkada Pinrang 2018 mendatang. Untuk menghasilkan pemimpin yang berintegritas, sebaiknya tidak memilih calon karena diiming-imingi uang maupun materi.

Pemerhati Politik Pinrang, Jasmir menilai, bukan lagi zamannya untuk memilih pasangan calon bupati dan wakil bupati, karena adanya pembagian sembako dan amplop.

"Sudah tidak zaman karena faktor X, kemudian warga memilih calon bupati dan wakilnya di Pilkada nanti. Bahkan akan mengakibatkan timbulnya penyesalan kelak," kata Jasmir saat dihubungi Rakyatku.com, Jumat (14/7/2017).

Sebab kata dia, wajib pilih akan mempertaruhkan hak pilihnya, selama lima tahun ke depan dengan nilai sembako dan amplop yang dibagikan pasangan calon tersebut. "Yang diperlukan, wajib pilih adalah memahami program setiap pasangan calon, kemudian menentukan pilihan," tambahnya.

Jika kata dia, program yang ditawarkan oleh paslon pro rakyat, maka harus didukung dan dipilih. "Karena muaranya, untuk kepentingan masyarakat banyak, untuk di masa yang akan datang, bukan untuk kepentingan perorangan," jelasnya.

Direktur Eksekutif Lapanrita Centre, Abdul Rasyid Panrita tidak menampik potensi munculnya pemilih berpatokan sembako dan amplop.

"Ada beberapa spot di kecamatan, pemilihnya yang masih menginginkan sembako atau amplop untuk dibarter dengan hak pilihnya," katanya.