Jumat, 14 Juli 2017 21:41 WITA

Masuk Calon Jagoan Golkar, None Singgung Rahman Pina

Editor: Almaliki
Masuk Calon Jagoan Golkar, None Singgung Rahman Pina
Irman yasin Limpo

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Irman Yasin Limpo akhirnya angkat bicara perihal pertemuannya dengan Ketua Harian DPP Golkar, Nurdin Halid, di salah satu kedai kopi, di bilangan Panakukang Makassar pada Jumat (14/7/2017) pagi.

Seperti diketahui, None, begitu Irman biasa disapa, usai melangsungkan pertemuan, langsung menuju Bandara Sultan Hasanuddin dan berangkat ke Jakarta. Kepergiaannya untuk menjalankan tugasnya selaku Kepala Dinas Pendidikan Sulsel.

Dikonfirmasi, None mengaku pertemuannya dengan Nurdin adalah ketidaksengajaan. "Allah yang mempertemukan hal tadi," terang None, lewat pesan elektronik, kepada Rakyatku.com, sesaat lalu.

Ditanya perihal mendapat keistimewaan dari Nurdin, None punya jawaban sendiri. Seperti diketahui, NH menggunakan hak diskresinya, untuk memasukkan nama None sebagai salah satu figur eksternal yang patut diperhitungkan untuk diusung Golkar pada Pilwalkot Makassar 2018.

"Alhamdulillah Pak Nurdin memberikan kesempatan untuk berdiri sama tinggi--tanda kutip, dengan Rahman Pina," tutup None.

Masuk Calon Jagoan Golkar, None Singgung Rahman Pina

Sebelumnya Tim 9 Penjaringan Pilkada Golkar Sulsel telah menetapkan 8 nama yang bakal bersaing untuk berebut tiket usungan. Empat nama dari kader internal, yakni Farouk M Betta, Andi Nurman, Rahman Pina dan Rusdin Abdullah.

Sementara, ada 4 dari figur eksternal yang tidak mencantumkan nama None, yaitu Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto, Syamsu Rizal, Andi Rachmatika Dewi, dan Husain Abdullah. Menurut pemaparan Tim 9 beberapa waktu lalu, figur eksternal yang dijaring, dianggap punya kans besar untuk menang di Pilwalkot Makassar.

Pasca penetapan tersebut, baik None dan RP sempat saling sindir. None saat diwawancarai beberapa waktu lalu menganggap, dirinya mungkin tidak selevel dengan Rahman Pina sehingga tak terjaring di penjaringan Golkar.

Pernyataan itu pun dibalas oleh Rahman. Baginya, menguatnya isu None tak lagi pantas untuk bersaing di level Pilkada tingkat kabupaten/kota. 

"Boleh jadi beliau dianggap tidak level untuk bersaing di pilwali. Pak None sudah tokoh nasional, beliau layak jadi calon gubernur lawan Pak Ichsan. Jadi teman-teman kurang enak, masak sih beliau yang sudah kadis, mau turun kelas lagi," kata Bendahara DPD II Golkar Makassar tersebut.