Senin, 17 Juli 2017 14:30 WITA

Gerbong RMS Setengah Hati Jika IYL-Cakka

Editor: Mulyadi Abdillah
Gerbong RMS Setengah Hati Jika IYL-Cakka
Ichsan Yasin Limpo (kanan) bersama Rusdi Masse.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Gerbong Rusdi Masse (RMS) di NasDem se-Sulsel masih harus sabar menanti siapa pasangan Ichsan Yasin Limpo pada Pilgub Sulsel 2018. 

Riak-riak berhembus, peluang Cakka, panggilan Andi Mudzakkar, dianggap masih punya peluang mendampingi IYL menyusul sikap RMS yang enggan berambisi menduduki kursi 02 Sulsel.

RMS sempat menegaskan, berlapang dada bila kelak IYL tidak memilihnya. RMS pun bersedia berada di barisan IYL. Tapi, apakah gerbong RMS yang selama ini telah dirawatnya dapat digiring untuk ikut memenangkan pilihan politiknya?

Pengamatan Politik dari akademisi Unismuh Makassar, Andi Luhur Priyanto punya pisau bedah, soal karakteristik gerbong, baik dari pihak RMS maupun Cakka. Menurutnya, loyalis Cakka, dianggap sebagai basis suara kultural. 

"Yang dibangun dari sentimen dan solidaritas etno-geopolitik," papar Andi Luhur Priyanto, Senin (17/7/2017). 

Gerbong RMS Setengah Hati Jika IYL-Cakka

Sementara gerbong RMS, lebih dianggap basis struktural, yang digarap atas kesadaran rasional. "Karakter pemilih pada gerbong RMS relatif lebih bisa menerima keputusan pragmatis, dan dikonsolidasi oleh patronnya. Sementara pemilih kultural Cakka, akan sulit menerima perlakuan yang mengecewakan patronnya," sebut Luhur.

Kendati demikian, jika benar IYL-Cakka resmi berduet, tentu gerbong RMS tidak dapat dibawanya dengan utuh ikut memenangkan pasangan tersebut. "Berbeda dengan Cakka. Basis kultural tentu akan lebih bisa menuruti pilihan politik dari patronnya," kata Luhur.

Sebab, ia menjelaskan, dalam politik, take and give tentu jadi nilai tawar tersendiri dalam setiap perhelatan politik. Meski RMS telah menegaskan legawa atas keputusan IYL, akan tetapi harapan para loyalis RMS tak sepenuhnya dapat sependapat.

Gerbong RMS Setengah Hati Jika IYL-Cakka

"Mungkin sudah diperhitungkan semua, tingkat fragmen dukungan kader Nasdem kalau RMS hanya menjadi ketua Tim Pemenangan, dan bukan calon wakil IYL. Meskipun saya kira tingkat pemetaan dukungan akan jauh lebih besar pada gerbong Cakka, seandainya bukan Cakka yang dipilih menjadi calon wakil IYL," pungkas Luhur.

Sependapat dengan itu, Koordinator Wilayah Sulawesi Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Riswadi Atto Taroempoe beranggapan, kader NasDem yang sejauh ini 'menempeli' RMS, belum tentu akan tunduk.

Yang menarik, menurut Riswadi, jika memang RMS gagal melaju ke gelanggang Pilgub Sulsel, maka bisa jadi NasDem akan bersikap lain. "Kalau ternyata NasDem lebih memilih figur lain, maka akan menjadi bumerang bagi RMS yang sudah menyatakn sikap mendahului sikap resmi partainya sendiri," sebut Riswadi.

Maka sejurus dengan itu, maka Riswadi menganggap, IYL bakal kehilangan basis yang selama ini digarap RMS lewat NasDem. "Dan saya kira sebagai kader, pasti akan ikut perintah partai. Terlepas RMS selama ini sudah melakukan konsolidasi massif di Sulsel. Namun tentu, banyak kader yang enggan mengambil resiko, utamanya para legislator NasDem, jika memang keputusan partai berbeda dengan keputusan ketuanya," demikian Riswadi.