18 July 2017 14:41 WITA

Apakah Rekomendasi NH-Aziz Gugur?

Editor: Almaliki
Apakah Rekomendasi NH-Aziz Gugur?
Nurdin Halid (tengah), Aziz Qahhar (kanan), dan Setya Novanto (kiri)

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Partai Golkar diterpa malapetaka. Ketua Umum Golkar, Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait dugaan kasus KTP-el, kemarin malam (18/7/2017).

Jika ditilik lebih jauh, penetapan status tersangka Setya bisa saja mengubah keputusan politik yang diambil sebelumnya. Khusunya pada hal putusan usungan Golkar pada pilkada serentak 2018.

Teruntuk pilkada di Sulsel, Golkar telah mengeluarkan dua ketetapan politik. Yaitu kepada Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar untuk Pilgub Sulsel dan Andi Fashar Padjalangi-Ambo Dalle untuk Pilkada Bone.

Selaku penyelenggara pilkada, KPU Sulsel punya pandangan tersendiri perihal rekomendasi yang dianggap sah untuk mengajukan pasangan calon dari partai politik.

Ketua KPU Sulsel, Iqbal Latief mengatakan, saat ini belum ada pasangan calon kepala daerah yang sah. Sebab masa pendaftaran untuk pasangan calon belum dibuka.

"Kalau sudah pendaftaran dan verifikasi berkas, baru bisa dikatakan calon sah. Saat ini belum ada," kata Iqbal, saat ditemui di Kantor KPU Sulsel, Jalan AP Pettarani, pada Selasa (18/7/2017).

Seperti diketahui, rekomendasi usungan untuk NH-Aziz dan Fashar-Ambo diteken langsung oleh Ketua Umum Setya Novanto dan Sekretaris Jenderal Idrus Marham DPP Golkar.

Perihal itu, Iqbal menyatakan, berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 1 Tahun 2017, rekomendasi paslon dianggap sah apabila Ketua Umum dan Sekjen partai tersebut, yang bertanda tangan.

"Dan itu berlaku untuk semua partai politik yang diakui oleh Kemenkum HAM," tuturnya.

Namun, untuk kasus Golkar yang saat ini lebih dulu mengeluarkan rekomendasi sebelum masa pendaftaran, Iqbal tak mau menerka-nerka. Menurutnya, setiap polemik internal dikembalikan ke parpol masing-masing.

"Nanti kita lihat ke depannya seperti apa. Karena untuk saat ini, kita belum bisa bilang sudah ada calon yang sah, karena memang tahapan pendaftaran belum dibuka," tegasnya lagi.

Sesuai dengan jadwal yang telah dirilis oleh KPU RI beberapa waktu lalu, pendaftaran pasangan calon cuma dibuka selama tiga hari. Mulai 8 Januari hingga 10 Januari 2018. Penetapan pasangan calon pada 12 Februari 2018 dan pengundian serta pengumuman nomor urut pasangan calon pada 13 Februari 2018.