18 August 2017 10:07 WITA

Peluang Lawan 'Kotak Kosong' di Pilkada Bone dan Sidrap

Editor: Fathul Khair Akmal
Peluang Lawan 'Kotak Kosong' di Pilkada Bone dan Sidrap

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pilkada Serentak Sulsel 2018 diprediksi akan membuat kejutan. Dua dari 12 kabupaten/kota yang akan menggelar pesta demokrasi, kemungkinan akan bertarung tanpa lawan atau melawan 'kotak kosong', yakni di Pilkada Bone dan Pilkada Sidrap. 

Khusus di Bone, sang incumbent murni, Andi Fahsar Padjlangi-Ambo Dalle (Tafaddal Jlid II) masih dianggap begitu kuat oleh sang penantang. Hingga kini, tidak ada calon lawan yang begitu mencolok.

Di Sidrap juga demikian. Anggota DPR RI Fraksi PPP, Fatmawati Rusdi Masse telah memborong empat tiket parpol, yakni NasDem (4 kursi), PAN (3 kursi), PKS (4 kursi) dan PPP (2 kursi). Dengan demikian, Fatma mengantongi 13 kursi. Jumlah ini sudah melebihi syarat dukungan minimal, yakni 7 kursi.  

Jumlah ini kemungkinan masih akan bertambah. Sebut saja Partai Golkar yang mengontrol 9 kursi dan PKB (1 kursi) serta PBB (2 kursi).

Menurut Direktur Nurani Strategic, Nurmal Idrus, potensi kotak kosong di daerah tersebut merupakan dua hal yang berbeda. Di Bone, kata Nurmal, stok calon penantang Tafaddal (tagline Fashar-Ambo) dipandang minim.

Fahsar Padjalangi-Ambo Dalle

"Selain itu, tingkat kesukaan pemilih di Bone sangat tinggi terhadap Fahsar Padjalangi," papar Nurmal, pada Jumat (18/8/2017).

Menurutnya, peluang kotak kosong sangat memungkinkan, jika menilik elektabilitas sang petahana yang terbilang cukup tinggi. Meski, Nurmal tak merinci, berapa kisaran survei elektabilitas yang diraih oleh Fashar-Ambo.

Baca Juga: Pandangan Andi Fahsar Jika Lawan Kotak Kosong

Sementara di Sidrap, Fatmawati yang juga merupakan istri dari Bupati Sidrap Rusdi Masse, masih dianggap punya lawan yang cukup tanggung. Wakil Bupati Sidrap, Dolla Mando dianggap sebagai figur yang cukup kuat untuk menantang Fatma.

Lantas, mengapa wacana Kotak Kosong di Sidrap cukup menguat? 

Fatmawati Rusdi

Menurut Nurmal, komunikasi politik lintas parpol yang digalang oleh Fatma cukup efektif. Selain itu, faktor RMS yang juga Ketua DPW NasDem Sulsel, untuk membantu istri menggaet parpol lewat komunikasi politik di tingkatan elite, tak dapat dipisahkan.

Baca Juga: Fatmawati RMS di Ambang Melawan Kotak Kosong

"Saya lihat partai tak terlalu melihat tingkat elektabilitasnya. Karena jika itu dilihat maka figuritas Dolla Mando justru terlihat unggul tipis dari Ibu Fatmawati. Namun, partai juga biasa melihat potensi kenaikan elektabilitas. Mungkin saja potensi kenaikan elektabilitas Ibu Fatmawati dianggap punya potensi untuk melewati Dolla Mando karena Pilkada masih tersisa beberapa bulan," demikian Nurmal.