Rabu, 30 Agustus 2017 16:04 WITA

Opini Pilkada Enrekang

Menimang Penantang, Meneguhkan Petahana 

Editor: Sulaiman Abdul Karim
Menimang Penantang, Meneguhkan Petahana 
Penulis opini, Ilham Kadir.

TIDAK ada yang lebih menarik untuk dibicarakan oleh siapa pun di Enrekang kecuali politik. Dalam artian lebih sempit mengerucut pada pemilihan kepala daerah atau Pilkada tahun 2018. Kendati masih ada waktu kurang lebih setahun lagi, namun jarum jam politik seakan lebih kencang berputar dari waktu normal pada umumnya.

Para kandidat bakal calon Bupati kasak-kusuk sana sini, mencari kendaraan untuk ikut dalam pesta demokrasi lima tahunan itu.

Setidaknya ada beberapa kandidat yang punya peluang untuk jadi penantang petahana. Sebut saja, Amiruddin (AMR) yang kini masih menjabat sebagai Wakil Bupati, Masrur Makmur Latanro (MML), Andi Nurhatman Karumpa (ANK), Saleh Rahim, dan Hj. Erni Damayanti.

Petahana yang saya maksud adalah yang menjabat sebagai Bupati saat ini, H. Muslimin Bando, disingkat MB.

Sudah dipastikan bahwa sampai detik ini, ketika tulisan ini saya ketik dari BlackBerry Z-10, hanya petahana yang sudah dipastikan punya kendaraan untuk melaju dalam perhelatan Pilkada Enrekang 2018. Yang lain belum ada yang pasti, masih mati-matian mengejar dan meyakinkan partai, lucu namun ajaibnya, AMR yang merupakan Ketua Partai Nasdem Enrekang pun belum memiliki rekomendasi dari partainya sendiri. Artinya, secara institusi partai ia tidak terlalu diperhitungkan atau tidak mampu meyakinkan dalam internal partai jika analisis ini betul, maka bagaimana bisa ia mendapatkan partai eksternal sementara internal saja belum pasti. 

Lalu bagaimana dengan MML? Kabar berembus kencang, menerpa bumi Massenrempulu, menyusui Salo Karaja hingga Salo Barani bahwa besar kemungkinan pengusaha valuta asing itu akan direkomendasikan oleh PAN sebagai kendaraan untuk mendampingi MB. Artinya, peluang MML mendampingi MB sangat besar, sebab kabarnya, PAN sebagai partai gajah di Enrekang tidak mau kehilangan muka, Jika Ketua DPD Golkar adalah kosong satu, maka PAN minimal kosong dua. Partai pemenang dan penguasa tidak hanya hadir sebagai penggembira! Jika skenario ini terwujud, maka petahana semakin terteguhkah kemenangannya, namun apakah MML siap jadi calon Wakil Bupati.

Kandidat lainnya yang berpeluang menjadi kuda hitam adalah ANK. Bagi saya, kandidat ini paling bersemangat dan serius jadi penantang. Jika saja sosialisasi jadi acuan, maka ANK adalah yang terdepan. Hanya saja, hingga saat ini belum ada satu pintu partai pun yang bersedia mengakomodasi, masih tahap negosiasi dan hitung-hitungan. 

Sementara Saleh Rahim dan Hj. Erni sudah semakin redup. Sebab SR masih satu partai dengan AMR, dari sisi mana pun AMR lebih berpeluang diusung Nasdem. Sementara Hj. Erni kewalahan melayani permainan partai yang punya mekanisme berliuk-liuk seperti aliran sungai Sandang dari Enrekang Utara untuk bertaut dalam satu irama dengan Sungai Mata Allo.

Last but not least. Analisis ini murni pandangan pribadi yang saya rajut dari cerita sana sini. Tidak ada maksud untuk memengaruhi siapa pun melainkan sebagai pengayaan informasi agar kita lebih bijak bersikap. Dan semua kandidat adalah muslim yang insya Allah taat, dan tentu saja semua saudara. Sesama saudara harus saling menyayangi.  Wallahu A'lam!

Enrekang, 30 Agustus 2017.

Oleh: Dr. Ilham Kadir, MA
(Ketua Lembaga Penelitian dan Informasi Majelis Intelektual dan Ulama Muda Sulsel)