08 September 2017 11:03 WITA

Calon Perseorangan Pilkada Makassar Butuh Minimal 70 Ribu KTP

Editor: Mulyadi Abdillah
Calon Perseorangan Pilkada Makassar Butuh Minimal 70 Ribu KTP
Ilustrasi: Fadly

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - KPU Sulsel bersama KPU kabupaten/kota akan memplenokan salah satu prasyarat bagi bakal calon kepala daerah yang ingin maju lewat jalur independen pada Pilkada Serentak 2018 mendatang. Pleno dijadwalkan pada 10 September 2017.

Teruntuk Pilwalkot Makassar 2018, KPU telah memiliki gambaran prasyarat, khususnya bagi bakal calon yang ingin mengumpulkan foto kopi KTP warga sebagai 'kendaraan politiknya'.

Komisioner KPU Makassar Divisi Teknis, Abdullah Mashur mengatakan, bagi kandidat jalur perseorangan, acuannya ada pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pilpres 2014 lalu. 

"Karena terakhir masyarakat Makassar melakukan pemilihan langsung itu di 2014. Beda dengan beberapa daerah lain yang sudah gelar Pilkada 2015 dan 2017, tentu DPT terakhir yang dihitung adalah pilkada terakhir yang diikuti oleh warga setempat," jelas Abdullah Mashur kepada Rakyatku.com, pada Jumat (8/9/2017).

Berdasarkan UU Nomor 10 Tahun 2016 dan PKPU, untuk jalur perseorangan tidak berubah. "Kan DPT terkahir di Pilpres 2014 itu jumlah pemilih di Makassar kurang lebih 1.005.446. Dan aturannya, kalau pemilih di atas 1 juta, maka syarat untuk jalur independen itu 6,5 persen dari DPT terakhir," papar Manshur.

Jadi, lanjut Mashur, bakal calon perseorangan mesti mengumpulkan KPT warga sekitar 65-70 ribu. "Dan itu syarat minimalnya," tandas Mashur.