08 September 2017 20:38 WITA

Rudal, Cicu, atau Aru Belum Bisa Tumbangkan Danny

Editor: Almaliki
Rudal, Cicu, atau Aru Belum Bisa Tumbangkan Danny

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Koalisi Partai Golkar dan NasDem dipastikan menyatu dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018. Koalisi tersebut hampir pasti terwujud dalam kontestasi Pilwalkot Makassar 2018 mendatang.

Partai NasDem yang sejak dulu mengusung Andi Rachmatika Dewi (Cicu) sebagai bakal calon Wali Kota Makassar, digadang-gadang bakal berpaket dengan salah satu dari dua figur kader Golkar yang menguat, yakni Rusdin Abdullah (Rudal) dan Farouk M. Betta (Aru).

Lalu bagaimana peluang koalisi NasDem-Golkar untuk menumbangkan petahana Danny Pomanto?

Supervisor Indonesia Local Victory (ILV), Feri Pebriari, menilai bahwa koalisi NasDem-Golkar dapat memberi ancaman yang luar biasa pada kandidat yang diusung oleh partai lain.

Hanya saja, jika paket Rudal-Cicu atau Aru-Cicu yang diusung nantinya, Feri menilai akan ada banyak tantangan yang dihadapinya.

"Melihat potensi yang dimiliki oleh Rudal-Cicu atau Aru-Cicu, hari ini, saya kira masih harus didongkrak, jika tidak mau memberikan pekerjaan yang lumayan berat bagi Golkar dan NasDem. Apalagi ini akan melawan petahana, yang tentu sudah memiliki investasi sosial di masyarakat," jelasnya, Jumat (8-9-2017).

Oleh karena itu, NasDem-Golkar harus mampu mengusung kandidat yang mudah "dijual" ke masyarakat.

"Kedua partai tersebut kuat. Tapi mereka harus mengingat. bahwa selain
Makassar, masih ada 11 Pilbup/Pilwalkot dan 1 Pilgub. Otomatis energi tidak bisa fokus ke Pilwalkot Makassar saja. Oleh karena itu, Golkar dan NasDem harus duduk bersama menentukan pasangan calon yang ideal, memiliki potensi sosial dan memiliki potensi ekonomi yang memadai," tuturnya.

Dirinya menilai, Golkar-NasDem butuh manuver produktif untuk menumbangkan petahana. 

"Mereka harus menyatukan persepsi dengan tokoh-tokoh yang memiliki semangat perlawanan terhadap petahana. Lalu menyatukan kekuatan pada satu pasangan saja. Sehingga kekuatan tidak tersebar ke beberapa pasang kandidat," pungkasnya.

Patut diingat, kedua partai ini terbilang bisa merepotkan petahana. Alasannya, Golkar memiliki jumlah kursi signifikan dan kuat dalam pengondisian di tataran elite.

"Sementara NasDem, mereka tidak hanya memberi selembar surat rekomendasi usungan, akan tetapi segala sumber daya yang dimiliki ikut serta di dalamnya. Dan itu mereka buktikan di Takalar. Oleh karena itu, jika Golkar dan NasDem berkoalisi di Makassar, maka itu menjadi koalisi yang saling melengkapi," tukasnya.