12 September 2017 19:47 WITA

Golkar Sulsel Nilai Pernyataan IYL Tak Berlogika

Editor: Adil Patawai Anar
Golkar Sulsel Nilai Pernyataan IYL Tak Berlogika
Nurdin Halid.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Juru Bicara Partai Golkar Sulsel, Risman Pasigai menilai, pernyataan Ichsan Yasin Limpo (IYL) jika Pilgub Sulsel hanya akan diikuti oleh dua kandidat, yakni dirinya dan Nurdin Abdullah, dinilai tidak memiliki dasar yang kuat. Mengingat, pernyataan itu tidak diikuti oleh alasan dan fakta politik yang kuat, bahkan cenderung murni prediksi semata.

"Pernyataan itu tidak mendasar dan tidak faktual. Tidak didasari analisa yang kuat. Jadi kalau anda tanya saya, saya jawab bahwa pernyataan tersebut keliru," ujar Risman Pasigai kepada Rakyaku.com, Selasa (12/9/2017).

Risman menjelaskan, setiap pernyataan politik sebaiknya didasari logika yang mampu dimengerti semua orang atau harus berbasis fakta politik.

"Pernyataan Pak IYL murni pernyataan politik yang berbasis keinginan politiknya sendiri," tegasnya.

Menurut Risman, yang benar adalah bahwa dari semua bakal calon yang ada, baru NH-Aziz yang betul-betul siap maju di Pilgub Sulsel 2018 mendatang karena usungan Partai Golkar telah memenuhi syarat. Apalagi, NasDem sendiri sudah menyatakan siap berkoalisi dengan Golkar.

"Silakan dianalisa sendiri, calon mana yang sudah lengkap partainya. Usungan untuk NH-Aziz sudah lebih dari cukup. Lucunya yang bicara ini, partainya saja belum cukup untuk mendaftar di KPU kelak, bagaimana mau head to head. Kemudian yang ingin ditemani head to head juga partainya belum ada," tuturnya.

Sementara itu Direktur Nurani Strategic, Nurmal Idrus menilai, pernyataan IYL tersebut sah-sah saja sebagai bagian dari manuver politik sebagai bakal calon. 

"Kalau itu benar-benar terjadi, tentunya itu merupakan suatu hal yang luar biasa bagi Pak IYL. Namun jika tidak terbukti tentu ini akan menjadi bumerang tersendiri bagi Pak IYL dan timnya," ujarnya ketika dikonfirmasi Rakyatku.com.

Oleh karena itu, mantan Ketua KPU Makassar ini menilai, waktulah yang akan menguji kebenaran pernyataan tersebut.

"Mari kita menguji pernyataan itu dengan menunggu pendaftaran di KPU bulan Januari mendatang. Waktu yang akan menguji pernyataan itu. Untuk saat ini, pernyataan itu kita hargai sebagai bagian dari manuver politik," pungkasnya.