21 September 2017 20:06 WITA

Abaikan Soliditas Kader ke IYL-Cakka, DPP PAN Bisa Rugikan Partai

Editor: Sulaiman Abdul Karim
Abaikan Soliditas Kader ke IYL-Cakka, DPP PAN Bisa Rugikan Partai
Firdaus Muhammad.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kabar peralihan dukungan DPP PAN di Pilgub Sulsel akibat dugaan adanya tekanan, ikut menjadi perhatian pengamat politik dari UIN Alauddin Makassar, Dr Firdaus Muhammad.

 Mengingat peralihan dukungan yang "mendadak" itu, tidak sejalan dengan aspirasi dan kesolidan kader yang selama ini pasang badan berada di barisan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka).

Menurut Firdaus, meski dinamika seperti ini merupakan hal yang lumrah dalam kontestasi politik. Namun PAN tak boleh begitu saja mengabaikan keberadaan pengurus dan kader di daerah.
 
"Ini kebuntuan komunikasi politik internal partai antara daerah dan pusat. Sekalipun DPP yang putuskan rekomendasi, tapi harus mempertimbangkan dinamika di daerah," kata Firdaus, kepada wartawan, seperti rilis yang diterima, Kamis (21/9/17). 

Firdaus menuturkan, DPP dan pengurus daerah harus segera mencari titik temu. Sebab selain pilgub dan pilkada serentak tahun depan, agenda politik nasional juga sudah menanti. 

"Pemilu 2019 sudah didepan mata. Karenanya perlu mencari titik temu agar tidak terjadi perlawanan, karena hanya merugikan partai," jelasnya.

Seperti diberitakan, DPP melalui Ketua POK Yandri Susanto mengakui jika partainya akan mengalihkan dukungan ke Nurdin Abdullah-Sudirman Sulaiman di Pilgub Sulsel. Dalihnya, IYL-Cakka tak mampu mencukupkan syarat kursi. 

Padahal jika mengacu pada tahapan pendaftaran kandidat jalur parpol, itu masih tersisa sekira tiga bulan. 

Sehingga bila alasannya hanya tidak mampu mencukupkan kursi, hal tersebut cenderung tidak masuk akal. Sebab masih ada beberapa parpol yang berproses untuk menentukan sikap.
 
Di samping itu, IYL dikabarkan tidak pernah disampaikan diminta untuk mencukupkan syarat dukungan bulan ini. 

Begitu juga ke DPW, justru pasca Zulkifli memberi penegasan dukungan ke IYL langsung ditindaklanjuti kader di semua daerah di Sulsel jauh sebelum ada rekomendasi dikeluarkan ke IYL.
 
Atas kabar pengalihan, spekulasi mulai bermunculan. Benarkah ada kekuatan besar dibalik ini hingga DPP memilih menampar muka sendiri dan mengabaikan soliditas kadernya?

Atau ada ancaman ke elit yang bisa tersandung kasus hukum?.

Kabar keputusan DPP ini, juga memunculkan riak di DPW dan DPD PAN Sulsel. Mereka secara terbuka menyatakan komitmen di IYL-Cakka. Alasannya, sejak awal sudah sejalan dengan IYL-Cakka. Begitu pun tak ingin dinilai lari dari komitmen yang terbangun.

"Persoalan ada dinamika yang terjadi di internal partai, itu wajar saja. Apalagi saat ini sudah mendekati even politik, tapi bagi PAN se-Sulsel soliditas kader tidak akan terganggu untuk mengawal IYL-Cakka hingga terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur,” tegas Ketua DPW PAN Sulsel, Ashabul Kahfi.