Senin, 09 Oktober 2017 12:49 WITA

Demokrat Jadi Penentu Jumlah Kontestan Jalur Parpol di Pilgub Sulsel

Editor: Mulyadi Abdillah
Demokrat Jadi Penentu Jumlah Kontestan Jalur Parpol di Pilgub Sulsel
Foto: Dok Rakyatku

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Arah usungan parpol di Pilgub Sulsel kian terang benderang. Nyaris semua partai politik sudah menyatakan arah dukungannya pada kontestasi Pilgub Sulsel 2018 mendatang.

Terbaru, Gerindra memutuskan berlabuh ke pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-SS). Bergabungnya Gerindra di pihak NA-SS, otomatis menutup kans kontestan lain untuk mengendarai partai besutan Prabowo Subianto tersebut.

Menurut Konsultan Politik Jaringan Suara Indonesia (JSI),  Nursandy, dukungan Gerindra menandakan kepentingan pilpres tidak menjadi batu sandungan bagi pasangan NA-SS yang sebelumnya telah mendapatkan dukungan dari PDIP. Seperti kita ketahui, PDIP merupakan partai pendukung pemerintah, sedangkan Gerindra adalah partai 'oposisi'.

"Hasil ini buah dari kerja keras dan kepiawaian lobi NA-SS dan tokoh-tokoh di balik layar yang selama ini membantunya," kata Sandy ketika dikonfirmasi Rakyatku.com, Senin (9/10/2017).

Demokrat Jadi Penentu Jumlah Kontestan Jalur Parpol di Pilgub Sulsel

Lebih lanjut menurut Sandy, dengan berlabuhnya Gerindra makin mempersempit peluang kontestan lain untuk maju melalui jalur parpol. 

"Praktis Partai Demokrat yang belum menentukan sikap, posisi politiknya menjadi sentra untuk menciptakan jumlah kontestan yang bertarung melalui jalur parpol," tandasnya.

Diketahui, sejauh ini baru dua pasangan yang sudah dalam posisi aman. Dalam artian, sudah memenuhi syarat jalur parpol, yakni minimal 17 kursi di DPRD Sulsel. 

Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar telah mengantongi tiket Partai Golkar (18 kursi), NasDem (7) dan PKPI (1). Sementara NA-SS menggenggam rekomendasi PDIP (5) dan Gerindra (11) serta akan disusul PAN (9) dan PKS (6). 

Demokrat Jadi Penentu Jumlah Kontestan Jalur Parpol di Pilgub Sulsel

Khusus Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar, sisa mengantongi PPP (7) pasca PAN disebut-sebut beralih ke NA-SS. Butuh minimal 11 kursi lagi. Sedangkan perolehan tiket Agus Arifin Nu'mang yang akan berduet Aliyah, jua masih minim. Yakni PKB (3) dan PBB (1). PKB pun santer disebut akan beralih ke NA-SS. 

Dengan demikian, tersisa Demokrat (11) dan Hanura (6). Partai Demokrat akan mengumumkan jagoannya paling lambat pada 11 Oktober 2017. Bila mencermati arah dukungan parpol, peluang Agus melenggang ke bursa kontestan Pilgub Sulsel sudah tertutup. Sementara kans IYL-Cakka sisa bertumpu pada Demokrat.  

Kepentingan Pilpres

Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Prianto menilai, jika betul nantinya PDIP tidak mencabut Surat Tugas kepada NA, maka koalisi PDIP-Gerindra tak bisa terelakkan lagi.

"Dan itu menunjukkan bukti bahwa pengaruh politik nasional tidak selalu kongruen dengan politik lokal. Ini meneguhkan adagium dalam ilmu politik bahwa 'all politics is local'. Termasuk meneguhkan komitmen dukungan pilpres, bukan harga mati," ujarnya ketika dikonfirmasi, Senin (9/10/2017).

Meskipun demikian, Luhur cenderung mengamati sistem pengambilan keputusan di Gerindra dengan model komando yang sangat sentralistik dimana penetapan ini sekaligus mendelegitimasi model rekrutmen yang di lakukan DPD.

"Proses panjang penjaringan yang di lakukan, prioritas pada kader dan termasuk mekanisme survei di dalamnya, hanyalah prosedur yang sia-sia belaka," tegasnya.

Luhur menambahkan bahwa semua keputusan menjadi domain DPP tanpa penjelasan model endorsement kandidat yang dilakukan DPD. 

"Selalu tersedia short-cut dan previlege di luar mekanisme resmi bagi kandidat tertentu. Kandidat yang tidak mengikuti bersyarat dalam penjaringan, justru menjadi usungan. Itulah budaya organisasi yang ada di Partai Gerindra," pungkasnya.