09 October 2017 23:43 WITA

Penetapan Kelulusan Anggota Panwascam Sidrap Dipertanyakan

Editor: Adil Patawai Anar
Penetapan Kelulusan Anggota Panwascam Sidrap Dipertanyakan

RAKYATKU.COM, SIDRAP - Penetapan 33 calon anggota Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) terpilih menuai sorotan. 

Pasalnya, penentuan kelulusan para calon Panwascam yang akan bertugas mengawasi tahapan pelaksanaan Pilkada 2018 di 11 kecamatan di Bumi Nene Mallomo ini, dinilai tidak transparan dan sarat rekayasa. 

"Rekrutmen anggota Panwascam ini diduga diwarnai isu transaksional," tegas Syamsul Bahri, salah seorang tokoh masyarakat dari Kecamatan Baranti, Sidrap, Senin (9/10/2017).

Dia mengklaim, perekrutan Panwascam tidak profesional dan hanya mementingkan satu pihak organisasi tertentu yang mendominasi kelulusan. Hanya saya, Syamsul tidak menyebutkan organisasi yang dimaksud. 

"Sistem uji kompetensi tidak lagi jadi patokan merekrut dan menyeleksi peserta karena ada yang sudah berpengalaman soal Panwas, tapi tidak diakomodir," kata Syamsul.

Dikatakannya, ada sejumlah peserta yang lulus, tapi nilai tertulis dan tes wawancaranya jauh dari standar.

“Kalau mau buka-bukaan dan transparan merekrut, kita bisa tandingkan sejumlah pendaftar yang tidak lulus dan yang lulus,” tantang Syamsul. 

Hal serupa dilontarkan salah seorang pendaftar calon anggota Panwascam di Sidrap yang tidak lulus, Egy Zunardi Nurdin. Sebelumnya, ia sudah mengaku pesimis bisa lolos.

“Kabarnya, sebelum tes sudah ada nama-nama yang bakal diterima,” terangnya. 

Sementara Divisi SDM dan Organisasi Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sidrap, Andi Syaiful mengatakan, tuduhan adanya rekayasa dan transaksional dalam penentuan kelulusan calon Panwascam sama sekali tidak benar.

"Proses perekrutan dilakukan secara terbuka mulai dari tahap pendaftaran hingga tes wawancara," kata Syaiful.

Dia meminta kepada pihak yang merasa keberatan untuk menunjukkan letak ketidakbenaran proses penjaringan calon Panwascam ini. 

"Jangan hanya menilai dari satu variabel saja. Karena kami menggunakan sejumlah variabel untuk menentukan kelulusan," kata Syaiful. 

Dia menjelaskan, proses rekrutmen calon anggota Panwascam mengacu pada pedoman dan petunjuk teknis dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). 

"Regulasi ini menjadi rujukan Panwaslu se Indonesia," pungkasnya.