11 October 2017 16:23 WITA

Andi Sudirman Sulaiman Blak-blakan Soal Nurdin Abdullah dan Tanribali

Editor: Mulyadi Abdillah
Andi Sudirman Sulaiman Blak-blakan Soal Nurdin Abdullah dan Tanribali
Andi Sudirman Sulaiman

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Bakal Calon Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman meluangkan waktunya berbincang-bincang dengan awak media di Kota Makassar. 

Sudirman adalah pasangan Nurdin Abdullah di kontestasi Pilgub Sulsel. Keduanya akan deklarasi secara berpasangan pada 22 Oktober 2017.

"Saya Andi Sudirman Sulaiman, kelahiran Bone tahun 1983. Saya sekolah SD sampai SMA di Bone, lalu melanjutkan studi S1 di Universitas Hasanuddin (Unhas), kemudian lebih banyak di Jakarta," kata Sudirman, mengawali perbincangan di Warkop Hai Hong, Jalan Pelita Raya, pada Rabu (11/10/2017).

Sejumlah pertanyaan lebih banyak menjurus, mengapa Sudirman secara mengejutkan ingin maju di kancah politik. Padahal, dirinya seorang pengusaha profesional yang bekerja pada perusahaan asing.

"Mungkin teman-teman terkejut kenapa tiba-tiba saya muncul. Dan terus terang, kekagetan teman-teman itu sama dengan saya," timpal adik Menteri Pertanian Amran Sulaiman itu.

"Tapi kalau ditanya kenapa saya mau ikut (di Pilgub)? Alasan paling sederhana saya itu untuk mengabdi kepada kemaslahatan rakyat Sulawesi Selatan," sambungnya.

Ia pun tak bisa menjawab, kapan kepastian dirinya dipinang oleh Nurdin Abdullah. Katanya, sekitar 2 pekan lalu. "Pak Prof (panggilan Nurdin) sendiri yang ajak saya. Persoalan kenapa saya yang diajak, silakan tanya pak Prof. Saya juga tidak tahu kenapa," akunya tersenyum.

Dia pun mengaku, betul-betul 'buta' dengan perpolitikan, khususnya di Sulsel. Makanya, kabar yang mengatakan, dirinya 'merebut' posisi wakil yang sebelumnya santer diisukan oleh Tanribali Lamo, ditampiknya. 

"Saya kira Pak Prof sudah sampaikan itu ke media, makanya saya terima. Rupanya belum. Karena saya juga tidak tahu soal politik. Saya lebih banyak konsen di perusahaan, dan bekerja secara profesional," tuturnya.

"Dan jujur, saya itu tidak tahu beliau (TBL) sebelumnya, dan beliau juga tidak tahu dengan saya. Saya baru tahu bahwa beliau itu bagian dari kita, setelah saya baca di media (massa)," akunya.

Dirinya juga menjelaskan, telah mendapat restu dari pihak keluarga besar untuk terlibat dalam kontes politik. Bahkan, keputusan tersebut sangat disetujui. "Karena keluarga juga bilang, kalau kita terus bekerja di perusahaan, meski mendapat penghasilan yang lumayan, itu untuk keluarga saja. Kalau di sini, kita bisa berbuat untuk masyarakat Sulsel," jelasnya.

Ikhwal ada juga bakal calon yang berasal dari daerah yang sama, ia enggan mengomentari. Sebab, katanya, ia bersama Nurdin Abdullah dan tim saat ini ingin fokus di internal tim dan bekerja agar dapat menang pada Pilgub mendatang.

"Bagi saya, pilkada ini bukan kompetisi. Tapi bagaimana untuk menjual sesuatu program untuk menjadi pelayan. Beda dulu, dulu kan raja yang mau dipilih. Sekarang ini pemimpin, yang harus melayani untuk rakyatnya," paparnya.

Menurutnya, dalam hal ini pilkada, mindset dalam berdemokrasi mesti diubah. Dianalogikan, dalam perhelatan politik tidak seperti permainan sepak bola yang mesti berhadap-hadapan.

"Misalnya dalam sepak bola, kita Barcelona, mereka Real Madrid, jadinya El Clasico. Kita tidak usah bahas itu. Kita cukup fokus bolanya saja. Urusan Madrid punya strategi bagaimana, tidak masalah. Kebetulan saya fans Barca ya. Jadi tidak masalah. Kita fokus di bolanya saja," kata Sudirman.

Yang dimaksud Sudirman ialah, selaku kandidat pihaknya hanya ingin fokus pada internal tim, dalam membuat strategi agar dapat melanggeng mulus ke tampuk kekuasaan. Apalagi, lanjut Sudirman, berkompetisi untuk saling menjatuhkan, bukanlah ciri dari adat ketimuran yang saling menghargai dan saling memanusiakan.