Selasa, 31 Oktober 2017 23:04 WITA

Pilwalkot Palopo 2018

Rahmat Masri Bandaso Kandidat Terkuat Dampingi Judas Amir

Editor: Fathul Khair Akmal
Rahmat Masri Bandaso Kandidat Terkuat Dampingi Judas Amir
Tim Judas Amir saat dalam konferensi pers di auditorium Saokotae, Selasa (31/10/2017) malam.

RAKYATKU.COM, PALOPO - Kandidat petahana Walikota Palopo, HM Judas Amir (JA) merilis hasil survei calon pendampingnya, yang telah dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA dan Indonesia Local Victroy (ILV).

Berdasarkan hasil survei LSI, di posisi pertama ada nama mantan Wakil Walikota Palopo, Rahmat Masri Bandaso (RMB) dengan persentase 29,6 persen. Di posisi kedua ada nama Wakil Walikota Palopo saat ini, Ahmad Syarifuddin Daud. Swing voter atau pemilih mengambang sebanyak 16,9 persen.

Jumlah responden yang disurvei sebanyak 440 orang yang dipilih secara acak menggunakan sistem multitage random. Margin error 4,8 persen. Surveinya dilakukan pada Oktober. Jumlah kandidat yang disurvei ada 17 orang.

Sementara itu, Indonesia Local Victory juga menjagokan RMB sebagai pendamping JA. Persentasenya hingga 36,6 persen. Disusul kemudian dengan Ahmad Syarifuddin 15,9 persen. Pemilih yang belum menentukan pilihannya sebanyak 21,4 persen.

Rahmat Masri Bandaso Kandidat Terkuat Dampingi Judas AmirPertanyaan yang diberikan kepada responden adalah jika pilkada dilakukan hari ini siapa figur yang akan dipilih sebagai pendamping Judas Amir.

Kedua lembaga ini juga melakukan simulasi antara beberapa nama. Direktur ILV, Irfan Jaya mengatakan, jika JA dipasangkan dengan RMB maka elektabilitas atau tingkat keterpilihan tetap tinggi.

Juru Bicara JA, Astamanga Azis, mengatakan hasil survei ini merupakan keinginan masyarakat yang secara ilmiah dan objek. Namun demikian lanjut dia, hasil survei ini bukan keputusan final tetapi akan menjadi pertimbangan.

"Hasil survei ini yang akan dibawa ke partai pengusung untuk menjadi pertimbangan partai politik. Intinya bahwa belum menjadi keputusan final JA menggandeng RMB," katanya saat menggelar konferensi pers di auditorium Saokotae, Selasa (31/10/2017) malam.

Dalam penentuan wakil nanti lanjut Astamanga, selain dari hasil survei yang menjadi pertimbangan, adalah komitmen di dalam menjalankan roda pemerintahan secara bersama-sama.

Yang diinginkan JA adalah menciptakan stabilitas pemerintahan. Wakil Walikota pilihannya adalah yang mampu memahami tugasnya. "Selain hasil survei pertimbangan stabilitas pemerintahan yang menjadi indikator JA menentukan siapa wakilnya," katanya.

Ketua Tim Pemenangan JA, Haerul Salim mengatakan bahwa dua lembaga survei yang digunakan tersebut sudah terpercaya dan punya independensi. "Hasil ini akurat dan terpercaya. Tidak ada rekayasa atau titipan," pungkasnya.