Kamis, 02 November 2017 13:08 WITA

Pilgub Sulsel 2018

Ichsan Yasin Limpo Melaju, Agus Arifin Nu'mang Layu

Editor: Mulyadi Abdillah
Ichsan Yasin Limpo Melaju, Agus Arifin Nu'mang Layu
Ichsan Yasin Limpo

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - DPP Partai Demokrat akhirnya memilih pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) di Pilgub Sulsel 2018. Bila tak ada aral, dukungan berupa surat tugas itu diserahkan pada Jumat besok, 3 November 2017. 

"Tadi malam sudah disampaikan bahwa Keluarga Besar Partai Demokrat (mendukung IYL-Cakka)," ucap Sekretaris DPD Partai Demokrat Sulsel, Syamsu Rizal saat dikonfirmasi, Kamis (2/11//2017). 

Dengan bergabungnya Partai Demokrat (11 kursi), IYL-Cakka sudah bisa melaju ke arena Pilgub Sulsel melalui jalur parpol. Pasangan yang disebut Punggawa Macakka ini lebih dulu didukung PPP (7 kursi). Total jumlah perolehan kursi yang dikantongi yakni 18 kursi.

Ichsan Yasin Limpo Melaju, Agus Arifin Nu'mang Layu

Wakil Ketua DPP PPP, Amir Uskara mengaku, sikap Demokrat yang turut mendukung IYL-Cakka tak lepas tren elektabilitas dan komitmen yang dipegang IYL.

"Pertama, parpol tentu ingin meraih kemenangan. Pastinya, parpol mencari elektabilitas yang tinggi. Kedua, komitmen kandidat terhadap parpol dan masyarakat. Itu ada pada Pak IYL," kata Amir Uskara. 

Anggota DPR RI asal Sulsel ini memaparkan, komitmen IYL sudah teruji. Ia mengakui ada sejumlah parpol yang ingin mengusung IYL namun dengan syarat harus mengganti pasangannya, Cakka. 

"Pak Ichsan adalah petarung sejati. Banyak parpol yang mau mengusung IYL namun harus mengganti pasangan. Itu sudah dari dulu, tapi Pak Ichsan tidak mau. Di sinilah dilihat komitmen Ichsan. Beliau tidak pernah menggadaikan kepentingan pribadinya untuk sebuah jabatan," urai Amir Uskara. 

Agus Layu

Keputusan Demokrat mendukung IYL-Cakka, hampir dipastikan Agus Arifin Nu'mang kandas sebagai kontestan bila merujuk peta koalisi parpol saat ini. 

Ichsan Yasin Limpo Melaju, Agus Arifin Nu'mang Layu

Agus sejauh ini baru mengantongi PKB (3 kursi) dan PBB (1 kursi). Sementara parpol yang tersisa cuma Hanura yang memiliki 6 kursi. "Peluang Agus sudah sangat menipis untuk maju lewat jalur parpol," ucap Direktur Epicentrum Politik, Iin Fitriani kepada Rakyatku.com.

Bila Agus realistis melihat posisi politiknya, lanjut Iin, maka tentu tidak akan memaksakan diri. "Kalau masalah kandas total atau tidak, kan nanti penetapan pasangan calon baru bisa kita pastikan. Namun peluang lewat jalur independen pun, sudah sangat berat," kata Iin.

Di mata Iin, kondisi yang dialami Agus bukan karena ketidakmampuan dirinya dan tim dalam memaksimalkan peluang. Juga bukan karena Agus kurang potensial untuk didukung. "Tapi Nurdin Halid, Nurdin Abdullah dan IYL  memang membawa warna yang lebih menonjol dibanding Agus Dalam hal popularitas dan nilai elektoral," urainya.

Dengan konstelasi saat ini, dukungan Demokrat ke IYL-Cakka semakin memperjelas peta irisan dukungan Pilgub Sulsel 2018. "Akan ada tiga poros yang bersaing untuk merebut hati rakyat Sulsel. IYL-Cakka bukan sekedar kuda hitam biasa diantara persaingan dua nurdin yang ramai dibicarakn beberapa minggu terakhir," demikian Iin.