Jumat, 10 November 2017 13:44 WITA

Cakka Pimpin Rangkaian Hari Pahlawan di Luwu

Editor: Sulaiman Abdul Karim
Cakka Pimpin Rangkaian Hari Pahlawan di Luwu

RAKYATKU.COM, LUWU - Bupati Luwu Andi Mudzakkar melakukan ziarah dan tabur bunga di Makam Pahlawan Nasional, Opu Dg Risadju, Jumat (10/11/2017). Ziarah ini adalah rangkaian peringatan Hari Pahlawan 10 November. Dalam ziarah ini, Mudzakkar di dampingi Kapolres Luwu, Ahmad Yanuari Insan dan Kajari Luwu, I Gede Edy Bujayanasa.

Sebelumnya, Cakka sapaan Mudzakkar hadir dalam upacara Hari Pahlawan di Lapangan Andi Djemma Belopa dan bertindak sebagai inspektur upacara. 

"Mereka dengan segenap pemikiran, tindakan dan gerakan perjuangan kolektif yang mereka lakukan, sehingga saat ini kita semua bisa menikmati hidup di bumi Indonesia sebagai bangsa yang merdeka, bangsa yang sederajat dengan bangsa lain. Bangsa yang menyadari tugas sejarahnya untuk menjadikan kemerdekaan sebagai jembatan emas bagi terwujudnya Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur," urai Cakka??????.

Ditambahkannya, para pendiri bangsa mengabarkan pesan penting kepada kita. Pesan itu adalah bahwa setelah kemerdekaan diraih, maka tahapan selanjutnya adalah bersatu terlebih dahulu untuk bisa memasuki tahapan bernegara selanjutnya. Yakni berdaulat, adil dan makmur. 

"Oleh karena pesan fundamental itulah maka peringatan Hari Pahlawan 10 November tahun 2017 ini kita mengambil tema Perkokoh Persatuan Membangun Negeri. Apabila kita mampu bersatu sebagai satu bangsa maka kita dapat maju bersama-sama dan mendistribusikan berkah kemerdekaan bagi seluruh masyarakat Indonesia," tambahnya. 

Cakka Pimpin Rangkaian Hari Pahlawan di LuwuDi akhir sambutan, Cakka menjelaskan bahwa Hari Pahlawan yang diperingati saat ini didasarkan pada peristiwa pertempuran terhebat dalam riwayat sejarah dekolonisasi dunia yakni peristiwa Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. 

Sebuah peristiwa yang memperlihatkan kepada dunia internasional, betapa segenap Rakyat Indonesia dari berbagai ras, suku, agama, budaya dan berbagai bentuk partikularisme golongan, bersama-sama melebur menjadi satu untuk berikrar, bergerak dan menyerahkan hidupnya, jiwa raganya untuk mempertahankan Indonesia. 

"Bung Karno pernah menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. Kalimat singkat dari Bung Karno ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi kita semua. Tanpa pengorbanan dan perjuangan para pahlawan dan perintis kemerdekaan, tidak akan ada gagasan besar untuk mendirikan 
sebuah negara yang bernama Republik Indonesia," kunci Cakka.