Jumat, 10 November 2017 15:43 WITA

Pengakuan Dugaan Pelanggaran Hasil Seleksi PPS KPU Jeneponto

Editor: Mulyadi Abdillah
Pengakuan Dugaan Pelanggaran Hasil Seleksi PPS KPU Jeneponto
Junaedi Paletteri

RAKYATKU.COM, JENEPONTO - Hasil seleksi Panitia Pemungutan Suara (PPS) oleh KPU Jeneponto mulai berpolemik. Berbagai protes dilayangkan lantaran diduga sarat pelanggaran.

Protes itu turut datang dari calon PPS yang gagal lulus. Salah satunya, Junaedi Paletteri. Calon PPS Desa Bonto Ujung Kecamatan Tarowang ini menilai ada anggota PPS yang merupakan calon titipan.

"Anggota PPS yang lulus itu sebagian besar merupakan titipan. Saat saya dites, kebetulan saya bersamaan dengan yang salah satu PPS yang lulus. Dia pas disamping saya. Saat ditanya butir Pancasila sila ke-4, dia tidak tahu, bahkan tahun tanggal dan bulan pilkada tahun 2018," beber Junaedi, Jumat (10/11/2017).

Tak cuma itu. Dia membeberkan ada anggota PPS yang diduga masih menjadi pengurus partai. Yakni di Desa Bonto Ujung. "Ada pengurus Partai NasDem yang lolos. Bahkan, dia pernah menjadi pelaksana kegiatan NasDem selama dua hari," ujarnya.

Salah seorang anggota PPS berinisial, SM mengaku lulus meski tidak mengikuti wawancara. "Saya juga lulus PPS, tapi tidak diwawancaraka. Saya tidak tau juga kenapa saya lulus, padahal saat itu ada urusan lain di luar," ucap SM.

Anggota DPRD Jeneponto dari Fraksi Gerindra, Andi Baso Sugiarto, menduga anggota PPS yang dinyatakan lulus itu merupakan titipan.
"Sebagian besar yang lulus itu yang dititip di oknum komisioner.  Itu jelas, khususnya di Kecamatan Tarowang, dimana kelulusan tidak dtentukan hasil nilai wawancara karena syarat kedekatan dan kepentingan, siapa dekat sama oknum pihak KPU Jeneponto," jelas Andi Baso Sugiarto. 

KPU Kabupaten Jeneponto telah menetapkan 339 anggota PPS. Mereka nantinya akan bertugas di 113 desa dan kelurahan dari 11 Kecamatan yang ada di Jeneponto.