Sabtu, 11 November 2017 17:11 WITA

Apa Kabar Surat Tugas PDIP di Pilkada Serentak Sulsel?

Editor: Mulyadi Abdillah
Apa Kabar Surat Tugas PDIP di Pilkada Serentak Sulsel?
Iqbal Arifin (kiri) dan Nico Beni saat memberikan keterangan pers, Sabtu (11/11/2017). Foto: Fadel

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Baru enam rekomendasi yang diterbitkan DPP PDIP untuk pilkada serentak di Provinsi Sulsel. Enam calon lainnya baru mengantongi surat tugas. 

Mereka yang mendapat surat tugas tiga diantaranya adalah calon incumbent. Yakni Mohammad Ramdhan Pomanto (Makassar), Taufan Pawe (Parepare) dan Muslimin Bando (Enrekang). Tiga figur lainnya adalah Dollah Mando (Sidrap), Ilhamsyah Azikin (Bantaeng) dan Irwan Hamid (Pinrang).

Ketua Bappilu DPD PDIP Sulsel, M Iqbal Arifin menegaskan, surat tugas yang telah diberikan itu kemungkinan sudah tidak akan mengalami perubahan lagi.

"Saya tidak pernah mendengar ada perubahan di PDIP. Intinya PDIP mengusung calon yang mendaftar. Kami tidak pernah bicara ubah- mengubah karena semua domainnya DPP. Kami sangat menghargai proses. Yang mendaftar dan mengikuti proses dari awal lah yang akan diusung," tegasnya dalam konferensi pers di Kantor PDIP Sulsel, Jalan Gunung Bawakaraeng, Makassar, pada Sabtu (11/11/2017) siang.

Ia berharap, rekomendasi untuk enam daerah lainnya itu akan diserahkan dalam waktu dekat. "Kita berharap minggu depan sudah ada rekomendasi untuk enam daerah tersebut. Setelah itu, Insya Allah kita akan adakan roadshow ke daerah untuk penyerahan rekomendasi tersebut," jelas Iqbal.

Apa Kabar Surat Tugas PDIP di Pilkada Serentak Sulsel?

Disinggung mengenai poin penting yang ada dalam surat tugas tersebut, Iqbal menjelaskan bahwa seperti biasanya ada tiga poin utama.

"Surat tugas ini ada tiga poin, diantaranya mencukupkan koalisi partai, menentukan pasangan calon, serta bagaimana simbiosis mutualisme dengan PDIP jika calon tersebut didukung," tandasnya.

Lebih lanjut menurut Iqbal, semua calon yang menerima surat tugas telah  melengkapi persyaratan dan berkasnya telah diserahkan ke DPP.

"Seluruh proses telah kita jalankan tinggal kita menunggu DPP untuk memutuskan. Bagi kami tidak ada istilah terlambat karena kan tidak ada deadline waktu untuk ini. Lagian pendaftaran juga baru akan dilaksanakan pada bulan Januari 2018. Tapi kita juga akan mendorong DPP untuk secepatnya memutuskan. Semoga minggu depan sudah ada keputusan," pungkasnya.