Selasa, 14 November 2017 15:01 WITA

Polemik PPP Kubu Romi vs Djan di Pilgub Sulsel

Editor: Mulyadi Abdillah
Polemik PPP Kubu Romi vs Djan di Pilgub Sulsel
Ilustrasi dualisme DPP PPP

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Polemik dualisme kepengurusan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bakal terus berlanjut di Pilkada Serentak 2018. Meski sejauh ini yang diakui kubu Romi, namun hal itu bukan jaminan bisa melenggang mulus mengusung kandidat di Pilgub Sulsel 2018 mendatang.

Penyebabnya, kepengurusan versi Djan Faridz juga masih sangat optimistis bisa mengusung kandidat. Apalagi saat ini, mereka masih menunggu putusan hukum yang berkekuatan tetap untuk dijadikan acuan siapa yang sah.

Jika kemelut PPP terus berlanjut hingga tahapan pendaftaran di KPU, maka bukan tidak mungkin pihak penyelenggara akan mengakomodir dua rekomendasi. Atau baru bisa diakui jika dua rekomendasi tersebut keluar ke satu pasangan saja, seperti di Pilkada 2015.

Diketahui, PPP kubu Romi mendukung pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) di Pilgub Sulsel. Sementara PPP kubu Djan berada di barisan pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz).

Wakil Ketua Umum DPP PPP kubu Romi, Amir Uskara menegaskan, sejauh ini kepengurusannya paling sah. Sehingga jika ada pihak lain mengatasnamakan PPP hal itu dianggap ilegal. 

"Hanya satu PPP, itu di bawah kepemimpinan Pak Romi. Sudah jelas dari legalitas di Menkumham," tegas Amir saat dikonfirmasi mengenai riak dualisme kepengurusan.

Polemik PPP Kubu Romi vs Djan di Pilgub Sulsel

Hanya saja, klaim Amir Uskara nampaknya sulit diterima kubu Djan. Terbukti, pengurus dan kader di kepengurusan ini masih sangat optimistis bisa ikut mengusung atau merekomendasikan kandidat.

Ketua Bappilu DPW PPP Sulsel kubu Djan, Irwan Intje menegaskan, pihaknya sangat yakin bisa tetap merekomendasikan. Apalagi, sejak awal sudah berada dibarisan Nurdin Halid-Aziz Qahhar.

"Sampai sekarang kita masih di NH (Nurdin Halid). Tidak ada perubahan soal rekomendasi  itu," tandas mantan legislator Sulsel ini.

Polemik PPP Kubu Romi vs Djan di Pilgub Sulsel

Tak hanya itu, kubu Djan juga bakal pamer kekuatan di deklarasi NH-Aziz. Mereka siap mengerahkan sejumlah pengurus dan kadernya di Sulsel, termasuk dari kecamatan dan kelurahan di Makassar.

Nah, jika konflik keduanya terus berlanjut, tidak menutup kemungkinan mereka bisa gigit jari dengan menjadi penonton. Satu-satunya solusi, rekomendasi keduanya harus ke satu pasangan yang sama.