Selasa, 14 November 2017 17:45 WITA

Polemik PPP Rugikan IYL-Cakka

Editor: Mulyadi Abdillah
Polemik PPP Rugikan IYL-Cakka
Foto: Dok Rakyatku

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Polemik dualisme kepengurusan DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengancam pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) di Pilgub Sulsel 2018.

Maklum, perolehan kursi parpol koalisi pasangan berjargon Punggawa Macakka itu pas-pasan.

"Dengan adanya polemik ini, usungan itu belum jadi jaminan akan dibawa ke Pilgub Sulsel 2018 nanti karena IYL-Cakka harus berusaha meraih dukungan kedua kubu untuk bisa mendaftarkan diri di KPU," tutur Direktur Epicentrum Politica, Iin Fitriani kepada Rakyatku.com, Selasa (14/11/2017) sore.

Jika IYL-Cakka hanya diusung oleh PPP kubu Romy, lanjut Iin, maka usungan atau surat rekomendasi tersebut tidak dapat digunakan atau tidak sah.

"Jika hanya salah satunya, dalam artian kubu Romi bertahan di IYL-Cakka dan kubu Djan bertahan di NH-Aziz, maka tidak ada yang bisa gunakan PPP sebagai kendaraan di Pilgub," ungkapnya.

Kondisi inilah Akan menjadi kerugian tersendiri buat pasangan IYL-Cakka yang jumlah kursi usungan parpolnya pas-pasan.

"Akan menjadi kerugian kalau di waktu tersisa ini IYL-Cakka tidak bisa mendapatkan rekomendasi kedua kubu. Tapi, saya pikir masih banyak kemungkinan tak terduga yang bisa terjadi," tandasnya.

Di sisi lain, Iin justru menilai bahwa polemik dualisme di tubuh PPP tersebut sebenarnya paling banyak berpengaruh di internal partai itu sendiri, khususnya bagi para kader.

"Kader sebagai mesin partai tentu mengalami tarik menarik ke kubu mana mereka harus berpihak. Benang merahnya ke Pilkada Serentak 2018 dan juga persiapan Pileg 2019. Termasuk dukungan di Pilgub Sulsel, dimana kubu Romy sudah solid ke IYL-Cakka, sementara kubu Djan memilih mengusung duet NH (Nurdin Halid)-Aziz," pungkasnya.

Seperti diketahui, polemik dualisme PPP antara kubu Romy dan kubu Djan sangat kental mewarnai jelang Pilgub Sulsel 2018. Ketika kubu Romy keukeuh di barisan IYL-Cakka, PPP kubu Djan justru memilih menjatuhkan pilihannya ke kandidat lain, yakni duet NH-Aziz.

Sebelumnya, Kemenkumham telah mengesahkan PPP kubu Romy sebagai pengurus yang sah. Namun belakangan, kepengurusan versi Djan Faridz juga masih sangat optimistis bisa mengusung kandidat. Apalagi saat ini, mereka masih menunggu putusan hukum yang berkekuatan tetap untuk dijadikan acuan siapa yang sah.