Rabu, 15 November 2017 15:06 WITA

Di Hadapan Sudirman, Wahdah: Kami Tak Boleh Golput

Editor: Almaliki
Di Hadapan Sudirman, Wahdah: Kami Tak Boleh Golput

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Bakal calon wakil gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, bersilaturahmi dengan pengurus DPP Wahdah Islamiyah di Jalan Antang Raya, Makassar, Rabu (15/11/2017). 

Sudirman disambut Ketua Harian DPP Wahdah Islamiyah, Rahmat Abdurrahman, dan Sekjen DPP Wahdah Islamiyah, Syaibani Mujiono, bersama pengurus Wahdah lainnya. Acara tersebut dikemas dalam bentuk dialog, yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam.

Ustaz Rahmat Abdurrahman mengakui telah menyerukan pada seluruh jemaah anggota Wahdah agar ikut berkontribusi untuk kemajuan Sulsel, dengan menyalurkan hak pilihnya dalam Pilgub Sulsel 2018 mendatang.

"Perlu kami sampaikan pada pertemuan ini bahwa Dewan Syariah Wahdah Islamiyah sudah menyerukan kepada kader bahwa kita harus terlibat dalam menentukan arah dan kebijakan pembangunan. Kami telah menyerukan tidak boleh Golput dalam Pemilu nanti,” ujar Ustaz Rahmat, dalam keterangan tertulis yang diterima Rakyatku.com.

Sementara itu, Sekjen Wahdah, Ustaz Syaibani, menjelaskan Wahdah Islamiyah adalah salah satu organisasi masyarakat dan keagamaan yang berkantor pusat di Makassar. Nama organisasi ini diambil dari kata persatuan islam dalam bahasa Arab. Syaibani menegaskan, gerakan dakwah Wahdah terbagi dua, yakni dakwah umum dan kaderisasi.

Di Hadapan Sudirman, Wahdah: Kami Tak Boleh Golput

"Tujuan utama Wahdah Islamiyah adalah mempersatukan Islam dalam bingkai akidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Ormas ini sudah memiliki 13 pengurus di tingkat wilayah dan 136 DPD," ujar Ustaz Syaibani.

“Harapan kita ke depan untuk daerah Sulsel bagaimana bisa lahir pemimpin yang bersih, jujur, dan berkualitas. Pemimpin kita ditentukan oleh kualitas masyarakatnya. Makanya gerakan dakwah kami juga adalah berjuang dalam bidang pendidikan, seperti pesantren dan lembaga pendidikan lainnya,” tambah Syaibani.

Sudirman berterima kasih kepada pengurus Wahdah dan memohon doa agar dilindungi dan dijauhkan dari cobaan dalam menghadapi Pilgub Sulsel.

“Wahdah Islamiyah bukan organisasi yang asing bagi saya, karena sahabat saya dalam organisasi cukup banyak, ketika saya sering mengikuti kajian keislaman semasa saya masih mahasiswa, saya tergerak untuk berkunjung ke sini dan memohon doa agar dilindungi khususnya dalam menghadapi Pilkada ini,” pungkas Sudirman.