Rabu, 15 November 2017 15:32 WITA

Nurdin Abdullah akan Lepas Status Guru Besarnya, Saat...

Editor: Almaliki
Nurdin Abdullah akan Lepas Status Guru Besarnya, Saat...
Nurdin Abdullah

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Nurdin Abdullah berencana melepas status guru besarnya di Unhas, saat ia benar-benar resmi menjadi calon gubernur Sulawesi Selatan pada pilkada 2018 mendatang. Hal ini ia ungkapkan kepada awak media usai acara orasi Profesornya di lantai 2 gedung rektorat Unhas, Rabu (13/11/2017).

"Nanti mungkin pada bulan Januari, saat nanti kita sudah final untuk maju. Pada saat itu, kita akan melepaskan status kami sebagai aparatur sipil negara," ungkap Nurdin Abdullah kepada awak media, Rabu (13/11/2017).

Nurdin menambahkan, bahwa sampai saat ini dirinya masih berstatus sebagai guru besar Unhas. Ia pun mengakui ada banyak pihak dari Unhas yang memang berat untuk melepas jabatannya sebagai guru besar di Unhas. 

"Tadi kan Bu Rektor menyampaikan dengan berat hati untuk melepas, tapi kalau itu merupakan harapan bangsa, tanggung jawab yang besar, akhirnya beliau tadi mengatakan dengan ikhlas. Jadi nantilah," imbuhnya.

Nurdin Abdullah sendiri mengatakan, jika nanti dirinya resmi melepas statusnya sebagai aparatur sipil negara, ia masih tetap bisa menjadi guru besar di Unhas. Hal ini dikarenakan status Unhas yang sekarang menjadi PTN-BH (Perguruan Tinggi Negeri-Berbadan Hukum).

Nurdin Abdullah akan Lepas Status Guru Besarnya, Saat...

Dalam aturan PTN-BH tersebut, menurut Nurdin, jabatan guru besar bisa kembali diperolehnya, apabila Unhas mengangkatnya kembali usai ia melaksanakan kewajibannya di luar wilayah akademik, meski tidak berstatus sebagai PNS.

"Jadi nanti saya melepas status ASN saya. Tetapi karena Unhas sekarang sudah menjadi PTN-BH, Unhas itu punya lagi peluang untuk mengangkat saya sebagai guru besar. Tapi bukan berstatus PNS," imbuhnya. 

Guru besar di bidang kehutanan ini pun menegaskan, bahwa gelar Profesor yang dimilikinya tidak ia gunakan untuk berpolitik. Tetapi menurutnya, gelar ini digunakannya untuk mengabdi kepada masyarakat. 

"Jadi gini, jangan diartikan profesor saya ini sebagai lahan untuk berpolitik. Bukan. Lahan untuk pengabdian kok. Jadi kadang memang politisi-politisi ini gregetan begitu ya. Kalau menurut saya, ya berkaryalah biar rakyat yang menilai, jadi nggak perlu menawarkan diri (untuk maju sebagai calon gubernur)," pungkasnya.