Rabu, 15 November 2017 19:39 WITA

PAN Terancam Jadi Penonton di Pilwalkot Palopo

Editor: Almaliki
PAN Terancam Jadi Penonton di Pilwalkot Palopo

RAKYATKU.COM, PALOPO - Sejumlah partai sudah menyatakan dukungannya kepada kandidat yang akan bertarung di Pilkada Palopo. Mayoritas partai seperti Nasdem, Golkar, PDIP, PKB, Demokrat, Gerindra, dan PBB, sudah menyatakan sikap mengusung walikota incumbent, HM Judas Amir. Total kursinya ada 19.

Partai Hanura juga sudah menjatuhkan pilihannya kepada pasangan Ome-Budi Sada. Dua partai Islam yang mengontrol masing-masing satu kursi, yakni PPP dan PKS, juga disebut-sebut bakal bergabung dengan barisan Judas Amir.

Yang menarik dicermati adalah Partai Amanat Nasional (PAN). Pemilik dua kursi itu sudah memberikan surat kepada Basiruddin untuk maju sebagai kandidat wali kota sejak September lalu.

Dalam surat tersebut disebutkan, bahwa Basiruddin diminta untuk mencukupkan koalisi partai. Basiruddin butuh minimal tiga kursi sebagai syarat untuk maju. Hanya saja, hingga saat ini, Basiruddin belum mampu menunjukkan partai koalisinya.

Sebelumnya, Wakil Bendahara Umum DPP PAN itu, mengklaim sudah menggandeng Ketua Dewan Penasehat Gerindra Palopo, Mustahir Sidu. Artinya, PAN akan berkoalisi dengan Gerindra yang punya 3 kursi.

Namun pernyataan tersebut buru-buru ditepis oleh Juru Bicara Gerindra Sulsel, Sawaluddin Arif. "Gerindra sudah final ke pasang Judas Amir-Rahmat Masri Bandaso (RMB)," kata Sawal, sapaan akrabnya. 

Ketua Desk Pilkada PAN Sulsel, Syamsuddin Karlos, menyebut jika dalam waktu dekat Basiruddin tak mampu mencukupkan koalisinya, maka surat tugas akan ditarik dan dialihkan ke kandidat yang paling tinggi surveinya.

"Mungkin pekan ini diputuskan. PAN akan mengalihkan dukungan ke Judas Amir," kata anggota DPRD Sulsel ini. 

Posisi PAN memang dilematis di Pilkada Palopo. Jika lambat mengambil keputusan, bisa saja partai berlambang matahari terbit ini ketinggalan kereta, alias jadi penonton di Palopo.

Dengan hanya mengontrol dua kursi, mau tidak mau PAN harus bergabung dengan koalisi partai yang mengusung JA. Sebab, jika mendukung pasangan Ome-Budi Sada, koalisi Hanura-PAN tidak mencukupi untuk mengusung pasangan calon.

Jumlah kursinya hanya empat dari lima yang dipersyaratkan KPU. Jikapun terpaksa berkoalisi, maka bongkar pasang kandidat bisa saja terjadi. Otomatis, Budi Sada akan tersingkir.

Itupun, jika Basiruddin legowo di posisi 02 atau wakil wali kota. Keduanya juga harus mencari satu kursi tambahan guna mencukupkan koalisi. Jadi, kemana arah dukungan PAN? Waktu yang akan menjawabnya.