Minggu, 19 November 2017 13:03 WITA

IYL-Cakka Masih Rawan di Jalur Parpol

Editor: Fathul Khair Akmal
IYL-Cakka Masih Rawan di Jalur Parpol
Ichsan Yasin Limpo (kanan) dan Andi Mudzakkar.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel, Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) patut waspada. Mengingat, dukungan parpol hingga saat ini masih memungkinkan berubah.

Jika sebelumnya PAN yang sejak awal memberikan dukungan, lalu tiba-tiba mengalihkan dukungan akibat dugaan tekanan di pusat, maka IYL-Cakka harus menjadikan pengalaman itu sebagai pelajaran.

Apalagi, dua partai yang mendukungnya selama ini, yakni Demokrat dan PPP belum sepenuhnya bisa menjadi jaminan mengantarkan duet ini maju bertarung. 

Pasalnya, Demokrat baru menerbitkan surat tugas. Selain itu, PPP yang memiliki tujuh kursi di DPRD provinsi, masih tarik-menarik di dualisme kepengurusan, kendati sejauh ini yang dinyatakan sah adalah kepengurusan yang memberikan rekomendasi ke IYL-Cakka.

IYL-Cakka Masih Rawan di Jalur ParpolKubu Djan Faridz yang kokoh mendukung NH-Aziz, masih sangat yakin jika kepengurusannya kelak paling berhak diterima rekomendasinya oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Isyarat itu juga disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PPP kubu Djan Faridz, Yunus Razak, saat hadir di deklarasi NH-Aziz, Jumat 17 November 2017.

Menurutnya, hanya kepengurusannya lah yang berhak memberikan dukungan di pilgub. Malah, Yunus menyebut jika ada rekomendasi ke kndidat lain itu dianggap tidak layak.

"Bila ada yang mengatasnamakan PPP di luar kubu Djan Faridz dan memberikan dukungan di luar dari NH-Aziz, itu haram. Jadi saya ulangi itu haram," tegas Yunus.

IYL-Cakka Masih Rawan di Jalur ParpolYunus mengungkapkan, bahwa PPP yang sah dan diakui oleh Mahkamah Agung hanya satu, yaitu PPP kubu Djan Faridz. "PPP yang diakui Mahkamah Agung adalah PPP Djan Faridz. Itu yang halal," tuturnya.

Terkait hal itu, Juru Bicara IYL-Cakka, Henny Handayani menyatakan, sejauh ini pihaknya masih berharap lewat koalisi parpol, kendati sejak dulu juga menyiapkan antisipasi lain.

"Besok, kita akan melakukan rakor. Salah satu agendanya, konsolidasi dan membahas dinamika terakhir. Nanti hasilnya akan kami sampaikan," kata Henny.