Minggu, 03 Desember 2017 19:45 WITA

"Parpol Besar karena Rakyat, tapi Sia-siakan Aspirasi Rakyat!"

Editor: Almaliki

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Berubahnya konstelasi Pilkada Makassar secara cepat, dengan gugurnya mekanisme parpol mendukung pasangan DIAmi; Danny-Indira, memunculkan tanggapan masyarakat.

"Parpol ini besar karena rakyat, tapi kenapa parpol tidak mengedepankan kepentingan rakyat? Kami berkesimpulanm parpol telah sia-siakan figur pilihan rakyat, yaitu wali kota kami, Moh Ramdhan Pomanto," kata Andi Pawellangi, warga Kecamatan Wajo Makassar, Minggu 3 Desember 2017.

Pria yang berprofesi sebagai pedagang tersebut menyayangkan sikap parpol yang hanya mementingkan kepentingan golongan dalam menentukan usungan. Menurutnya parpol tidak lagi memperhatikan mekanismenya sendiri dalam mengusung figur pemilu daerah.

"Padahal mayoritas suara DPC mengingingkan Pak DP, tapi toh pusat ragu-ragu memastikan. Jika demikian, jangan harap masyarakat mau lagi diperalat. Parpol bisa mengatur kepentingannya, tapi masyarakat punya mau bos," lugasnya, dalam rilis yang diterima Rakyatku.

Ia mengungkapkan, siapapun nanti figur pilihan parpol, pria paruh baya tersebut meyakini kepercayaan masyarakat tetap jatuh kepada paket DIAmi. "Jangan khawatir Pak DP, kami akan berjuang mempertahankan," kata Pawellangi yang berdomilisi di Jalan Sangir tersebut. 

Sementara, Agus warga Kecamatan Panakukang juga menyampaikan unek-uneknya terkait peta pilkada Makassar saat ini. "Sangat aneh, karena parpol tutup mata dan mengabaikan hasil survei incumbent. Kalau begini, kepercayaan masyarakat akan makin tergerus oleh parpol," sesalnya.

Sebelumnya, Aswar Hasan, pengamat politik dari Universitas Hasanuddin, mengemukakan, sangat aneh ketika parpol menjauhi kepala daerah yang notabene telah berhasil secara kinerja, punya prestasi bagus, unggul secara survei, dan kuat secara finansial.

"Ini yang menarik untuk diketahui publik, ada apa dengan drama politik DPP? Kepada penentuan usungan calon kepala daerah, tidak sesuai lagi mekanisme," ujarnya.

Menurut Dosen Fisip Unhas tersebut, kalau tidak diklarifikasi, ini justru memberi kesan bahwa parpol tidak mendengar dan menghargai lagi suara dan mekanisme perwakilan DPD dan DPC. 

Diketahui, bakal calon wali kota dan wakil wali Kota Makassar, Moh Ramdhan "Danny" Pomanto dan Indira Mulyasari Paramastuti, resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar melalui jalur non partai atau jalur independen.

Tags