Senin, 04 Desember 2017 17:48 WITA

Kronologi DPP Partai Gerindra yang Dikabarkan Cabut Dukungan NA-ASS

Editor: Mulyadi Abdillah
Kronologi DPP Partai Gerindra yang Dikabarkan Cabut Dukungan NA-ASS
Foto: Dok/Rakyatku

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Peta politik di Pilgub Sulsel kembali dinamis pasca DPP Partai Gerindra dikabarkan mencabut dukungan untuk pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS). 

Kerabat dekat Prabowo Subianto yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, DPP Partai Gerindra dua kali rapat untuk mengambil keputusan tersebut.

Rapat perdana digelar pada 5 November 2017 di kediaman Prabowo Subianto, Hambalang. 

Agendanya membahas evaluasi surat keputusan DPP tentang Pilkada Sulsel.

Mereka yang hadir antara lain Moekhlas Sidik (Ketua Harian) Ahmad Muzani (Sekjen), Fadli Zon (Waketum), Edhy Prabowo (Waketum), Djoko Santoso (Dewan Pembina) dan Hashim Djojohadikusumo (Dewan Pembina). 

"Hasilnya, disepakati akan ditinjau kembali," kata sumber tersebut, Senin (4/12/2017).

Dalam rapat itu, ada dua alasan utama yang mengemuka untuk meninjau kembali dukungan yang sudah diserahkan ke NA-ASS. Pertama, paslon yang direkomendir semakin hari semakin menunjukkan kedekatan dengan capres lain. 

Alasan lainnya adalah, saat penyerahan rekomendasi oleh Prabowo, yang bersangkutan mengaku didukung oleh tokoh masyarakat Sulsel. Ternyata setelah dikonfirmasi, tokoh masyarakat tersebut tidak mengakui jika mendukung. 

Kronologi DPP Partai Gerindra yang Dikabarkan Cabut Dukungan NA-ASS

Selang 12 hari kemudian, petinggi Partai Gerindra kembali menggelar rapat kedua, tepatnya penanggalan 17 November 2017. Rapat kembali dihadiri Prabowo Subianto. "Hasilnya, disepakati mencabut dukungan tersebut," demikian sumber tersebut.

Ketua DPD Gerindra Sulsel, Idris Manggabarani mengaku belum mendapat kabar perihal DPP Gerindra mencabut rekomendasi yang telah diarahkan kepada Nurdin Abdullah-Abdi Sudirman Sulaiman.

"Belum ada informasi pasti (dari DPP)," terang Idris, melalui pesan elektronik, kepada Rakyatku.com, pada Senin (4/12/2017).

IMB sempat menanggapi perihal pertemuan para elite DPP Gerindra. Menurutnya, pertemuan seperti itu rutin dilakukan. 

"Pertemuan rutin setiap bulan itu dilakukan. (Sudah) hal yang biasa, membahas semua hal politik strategi," ungkapnya.

Yang jelas, lanjut IMB, hingga kini Gerindra Sulsel belum mendapat konfirmasi dari DPP perihal kebijakan baru partainya. Makanya, hingga saat ini, Gerindra Sulsel masih kukuh mendukung Prof Andalan untuk perhelatan politik tahun depan.