Senin, 04 Desember 2017 19:53 WITA

Danny Pertanyakan Ketegasan Panwaslu untuk ASN yang Melanggar

Editor: Adil Patawai Anar
Danny Pertanyakan Ketegasan Panwaslu untuk ASN yang Melanggar
Danny Pomanto.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Petahana Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto, mempertanyakan ketegasan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Makassar, dalam menindaki oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga melanggar peraturan perundang-undangan mengenai Pemilu.

Pasalnya, Panwaslu cenderung berat sebelah dalam mengusut ASN yang diduga terlibat politik praktis, dalam hal ini secara nyata memberikan dukungannya kepada salah satu bakal calon Wali Kota Makassar.

"(Panwaslu) harusnya netral melihat. Kenapa cuma kita yang selalu disoroti. Padahal banyak sekali ASN yang dukung di sebelah, tapi kenapa tidak ditindaki. Malah sampai ada rekamannya bagi-bagi uang. Makanya saya bertanya ada apa," ungkap Danny, Senin (4/12/2017).

Indikasi pelanggaran lain yang belum mendapat penindakan Panwaslu, sebut Danny, yaitu adanya oknum ASN yang ikut serta dalam rapat-rapat berunsur pemihakan terhadap calon kandidat.

"Kita ini istilahnya baru bersin, sudah dibilang batuk. Kan harusnya tidak bisa begitu," tutur pria yang masih menjabat sebagai Wali Kota Makassar ini.

"Jika seperti itu, jangan sampai ada indikasi lain yang menyebabkan kepercayaan masyarakat terhadap Panwaslu menjadi berkurang," tambahnya.

Diketahui, sebelumnya Panwaslu Makassar telah merilis enam nama Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, yang diduga terlibat politik praktis dalam Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Makassar, yakni menghadiri deklarasi dan mengunggah postingan bernada dukungan terhadap pasangan Danny-Indira Mulyasari (DIAmi).

ASN yang dimaksud, antara lain Sekretaris Kesbangpol Ahmad Nansum, Kepala Seksi Kebersihan Kecamatan Panakukkang Zulfikar Luthfi, Lurah Tamamaung Rusdin, Staf Dinas Pemadam Kebakaran Hasbullah, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar Andi Irwan Bangsawan, dan stafnya Tasmin Idrus.