Rabu, 06 Desember 2017 13:39 WITA

Pilgub Sulsel 2018

7 Syarat Dukungan Perseorangan Dinyatakan Batal

Editor: Sulaiman Abdul Karim
7 Syarat Dukungan Perseorangan Dinyatakan Batal
Komisioner KPU Sulsel, Faisal Amir.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - KPU Sulsel saat ini tengah melakukan distribusi dukungan KTP perseorangan pendaftaran ke kabupaten/kota untuk bakal calon perseorangan. Diketahui, hanya ada satu pendaftar calon perseorangan untuk Pilgub Sulsel, yakni Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka).

Menurut Komisioner KPU Sulsel, Faisal Amir, fotokopi dukungan yang telah melewati tahap verifikasi administrasi tersebut, akan didistribusi mulai 6-8 Desember, di 3.046 desa se-Sulsel.

Sesuai dengan jumlah sebaran dukungan yang disetor. Setelah didistribusi ke PPK dan PPS akan dilakukan verifikasi faktual pada tanggal 12-25 Desember 2017.

Dijelaskan Faisal, petugas verifikasi faktual ini akan menemui satu per satu orang yang telah menyerahkan bukti dukungan kepada IYL-Cakka.

"Jadi sistem kita sensus, bukan sampel. Semuanya akan ditemui oleh petugas untuk dikonfirmasi langsung dukungannya," kata Faisal, saat ditemui di Warkop Pheonam, Jalan Topaz, Makassar, pada Rabu (6/12/2017).

7 Syarat Dukungan Perseorangan Dinyatakan Batal(Berkas dukungan IYL-Cakka memenuhi syarat untuk diverifikasi)

Ada 7 hal yang bisa saja membuat dukungan saat verifikasi faktual dianggap tidak sah. Jika berdasarkan status, kata Faisal, penyerah berkas yang kini menjalani tugas sebagai PNS, Polri, dan TNI akan dicoret.

"Saat verifikasi faktual dan ketahuan bahwa mereka PNS, Polisi dan TNI, tidak perlu ditanya lagi, langsung kita coret," jelas Faisal.

Begitu pun, lanjutnya, jika ditemukan rupanya pemillik identitas telah meninggal dunia, maka secara otomatis akan dicoret dan dinyatakan tidak sah dukungannya. "Begitu pun jika ketahuan, ternyata pemilik KTP sudah pindah domisili atau tidak berdomisili di desa yang diverifikasi, secara otomatis juga akan dicoret," terangnya.

7 Syarat Dukungan Perseorangan Dinyatakan Batal(Berkas dukungan IYL-Cakka lolos untuk diverifikasi)

Keenam, yakni pendukung yang berstatus penyelenggara pemilu. Seperti anggota KPU, PPK, PPS dan semua unsur penyelenggara. "Ini memang kadang agak sulit. Tapi kalau ada yang temukan, silakan dilapor. Kita akan langsung coret dan tentunya penyelenggara itu akan diberi sanksi," tegas eks Ketua KPUD Takalar tersebut.

Terakhir, lanjut Faisal, saat verifikasi berlangsung, setiap orang didatangi oleh petugas akan ditanya langsung oleh verifikator, apakah berkas dukungan yang disetor adalah benar dari orang yang bersangkutan.

"Tapi kalau orang itu bilang tidak pernah mendukung atau bukan dia, maka orang yang bersangkutan harus menandatangani format tidak mendukung yang telah disiapkan oleh KPU. Tapi kalau dia tidak mau menandatangani, berarti dianggap tetap mendukung," jelas Faisal.