Kamis, 07 Desember 2017 15:08 WITA

Pakar Kurikulum Indonesia: Sulsel Harus Bangga Miliki IYL

Editor: Sulaiman Abdul Karim
Pakar Kurikulum Indonesia: Sulsel Harus Bangga Miliki IYL
Ichsan Yasin Limpo.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Mantan Ketua Tim Pengembang Kurikulum Pendidikan di Indonesia, Prof Dr Said Hamid Hasan melayangkan jempol ke Ichsan Yasin Limpo (IYL). Di mata guru besar Universitas Pendikan Indonesia (UPI) Bandung ini, IYL punya keberanian dan gagasan yang sangat brilian dan inovatif tentang pendidikan.

"Sulsel harus bangga punya figur seperti Pak Ichsan Yasin Limpo," tandas Prof Hamid saat tampil memberi masukan di Forum Group Discussion (FGD) Pengembangan Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan (SKTB) di Hotel Sheraton Makassar, Kamis (7/12/2017).

Menurut dia, pengetahuan dan kepeduliaan IYL terhadap pendidikan selama ini, memang sangat pantas jika diberikan amanah sebagai gubernur di Sulawesi Selatan.

"Meskipun secara pribadi saya justru menginginkan beliau menjadi menteri. Kenapa, ide dan gagasannya itu inovatif dan brilian tentang pendidikan," tambah Prof Hamid.

Pakar Kurikulum Indonesia: Sulsel Harus Bangga Miliki IYLIa menambahkan, apa yang sudah diterapkan di Gowa, mulai menerapkan pendidikan gratis hingga SKTB, menjadi salah satu bukti jika mantan Bupati Gowa dua periode ini memang punya keberpihakan terhadap pengembangan pendidikan.

"Oleh karena itu, kami selalu siap mendukung pemikiran dan inovasi Pak Ichsan di bidang pendidikan," papar guru besar bidang pendidikan ini, sambil memberi penguatan tentang penerapan SKTB.

Pakar Kurikulum Indonesia: Sulsel Harus Bangga Miliki IYLDi depan IYL dan peserta FGD yang terdiri dari kalangan pakar pendidikan, Dinas Pendidikan Gowa, Ketua PGRI, Ketua Dewan Pendidikan, serta pemerhati pendidikan, Prof Hamid memberi beberapa catatan mengenai pengembangan SKTB.

Sekadar diketahui, FGD yang digelar Dinas Pendidikan Gowa, IYL menjadi narasumber kapasitasnya sebagai penggagas SKTB saat menjabat Bupati Gowa. Selama kurang lebih tiga jam, IYL yang juga pelopor pendidikan gratis pertama di Indonesia, tampil mengupas alasan dan tujuannya menerobos sistem pendidikan di Indonesia.