Kamis, 07 Desember 2017 17:47 WITA

Jubir NA Ungkap Motif Relawan Prof Andalan Ditebas di Gowa

Editor: Mulyadi Abdillah
Jubir NA Ungkap Motif Relawan Prof Andalan Ditebas di Gowa
Juru Bicara Nurdin Abdullah (NA), Bunyamin Arsyad saat memberikan keterangan pers, Kamis (7/12/2017).

RAKYATKU.COM, BANTAENG - Juru Bicara Nurdin Abdullah (NA), Bunyamin Arsyad mengaku prihatin atas insiden yang terjadi di Desa Lembang Loe, Kecamatan Biring Bulu, Kabupaten Gowa, pada Rabu (6/12/2017) malam. 

"Kami prihatin atas kejadian di Gowa, seorang koordinator Desa (kordes) relawan kami diparangi oleh warga setempat yang juga kerabat korban," ucap Bunyamin Arsyad saat konferensi pers di rumah jabatan Bupati Bantaeng, Kamis (7/12/2017).

Relawan tersebut diketahui bernama Sialing Dg Situru (45). Ia mengalami luka tebas bagian lengan, punggung, dan perutnya.

Menurut korban, kata Om Ben (sapaan Bunyamin), bahwa kejadian tersebut terkait pemasangan baliho Prof Andalan di daerah tersebut.

"Berdasarkan keterangan korban, di daerahnya (Gowa) dilarang melakukan pemasangan baliho calon (gubernur) lain oleh camat dan desa di Gowa selain calon dari Gowa," katanya.

Hal itu, kata Om Ben, jauh berbeda di Kabupaten Bantaeng yang kini dipimpin Nurdin Abdullah.

"Prof Nurdin Abdullah menganjurkan pemerintah desa, lurah, dan camat untuk menjaga baliho semua calon (gubernur). Dalam kapasitasnya beliau sebagai Bupati Bantaeng, beliau juga ikut (calon Gubernur). Beliau (Nurdin Abdullah) mengatakan seluruh daerah di Sulsel terbuka, bersosialisasi, memaparkan program di masyarakat. Biarlah masyarakat yang memilih pemimpin," pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga melalui rilis resminya mengatakan, insiden tersebut tidak ada hubungannya dengan politik.

"Peristiwa tersebut adalah tindak pidana murni yaitu penganiayaan dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan latar belakang politik," tegas Shinto dalam keterangan tertulisnya.

AKBP Shinto Silitonga bersama Kasatintelkam AKP Surahman dan Kapolsek Biringbulu AKP Madenanri telah mendatangi TKP dan bertemu dengan Kepala Desa Lembangloe, para kepala dusun dan tokoh-tokoh masyarakat sekitar.

Dalam pertemuan itu kata Shinto, pihaknya berdiskusi mengenai peristiwa tersebut dalam suasana akrab tanpa adanya ketegangan apapun di masyarakat. Kasus ini, lanjut Shinto sedang dilakukan penyelidikan secara intensif.

"Saat ini personel sedang melakukan penyelidikan intensif terhadap para pihak baik dari ini SDS (45) selaku pelaku maupun pihak PDG (57) dan LD (55)," tambahnya.

Sementara pada saat dilakukan interograsi, pihak yang diduga pelaku juga mengaku alami luka memar pada bagian badan sehingga saat ini dilakukan visum.

Hasil pemeriksaan para pihak akan dianalisa lebih lanjut oleh penyidik guna menentukan arah penyidikan.

Shinto menuturkan bahwa, kejadian tersebut polri berharap agar masyarakat tidak terpancing dengan orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan mengajak seluruh masyarakat tetap mempertahankan sitkamtibmas yang sejuk dan kondusif

"Saat ini Polres Gowa telah mengambil langkah langkah strategis untuk mencegah konflik," pungkasnya.