Jumat, 08 Desember 2017 06:31 WITA

Mencicipi Tape Singkong Langganan Nurdin Abdullah

Editor: Adil Patawai Anar
Mencicipi Tape Singkong Langganan Nurdin Abdullah
Jusni, penjual Tape Singkong langganan NA.

RAKYATKU.COM, BANTAENG - Acara Hari Jadi Kabupaten Bantaeng ke-763, berlangsung di lapangan Pantai Seruni Bantaeng, Kamis 7 Desember 2017.

Ribuan warga Kabupaten Bantaeng ikut larut dalam kebahagiaan acara ini, dari parade dan persembahan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Tak hanya itu, para pedagang pun memanfaatkan untuk mengais rezeki.

Seperti para penjual Tape Singkong yang datang dari ujung utara Kabupaten Bantaeng, yaitu Kecamatan Ermes yang dikenal dengan permandian air sejuknya Ere Merasa (Ermas).

Pada kesempatan ini, rakyatku.com sempat menemui salah seorang penjual Tape Ketang sekalian mencicipi Tape buatannya.

Jusni namanya, usianya sekitar 40 tahun, namun terlihat lebih muda. Mungkin karena wajahnya terlihat cantik dan putih.

Jusni sambil menghitung jumlah tape untuk dimasukkan kantung kresek, dia juga membagi tips pembuatan Tape Singkong. Tape sendiri dalam bahasa Bantaeng dikenal nama Poteng, sebagian daerah mengenalnya Gambang.

"Kalau mauki buat pak ini tidak susahji. Caranya, Ubi Kayu dipotong sepanjang 5 centi, lalu dikukus setengah matang. Setelah dingin, masukkan ke baskom yang bawahnya dilapisi daun pisang, dengan ragi secukupnya lalu tutup dengan daun pisang dengan erat, diamkan selama 1 sampai 2 hari," ungkapnya.

Mencicipi Tape Singkong Langganan Nurdin Abdullah

Tape Singkong buatan Jusni ini benar-benar pas manisnya. Yang paling mengesankan, Tape milik Jusni sangat disukai Bupati Bantaeng Prof Nurdin Abdullah.

"Tape ini langganannya pak bupati, bapak selalu beli Tape Singkongku. Katanya enak" Ungkapnya membuat kagum.

Tak hanya itu, Jusni bahkan mengumbar jika Prof NA sering memborong tape miliknya, bahkan NA membelinya dengan harga yang lebih.

"Pak bupati selalu beli semuanya, baru Rp200 Ribu satu kotak nabelikanki, padahal kami hanya menjual Rp150 Ribu per kotak," tambahnya lagi.

Jika diecer, Jusni menjualnya dengan harga Rp5 Ribu untuk 15 potong Tape. Tape per kotak ini harus laku dalam satu hari, karena keesokan harinya masih ada tape baru yang baru dibuatnya.

"Pak Bupati suka kasihan sama kami, sama warga disini pak, baik sekali orangnya itu pak Bupati kodong," ujarnya sendu.

Di ujung percakapan, Jusni berharap Prof NA bisa memimpin Sulsel mendatang, Bahkan lebih jauh dirinya berharap, Bupati Bantaeng mendatang bisa seperti Prof NA.