Senin, 11 Desember 2017 09:46 WITA

Inilah Usungan PDIP di 9 Pilkada Serentak Sulsel

Editor: Mulyadi Abdillah
Inilah Usungan PDIP di 9 Pilkada Serentak Sulsel
Foto: Fadel/Rakyatku

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) telah mengeluarkan 9 surat rekomendasi berformat B1 KWK di Pilkada Serentak Sulsel tahun 2018 mendatang.

Penyerahan surat rekomendasi tersebut digelar disela-sela Rapat Kerja Daerah Khusus (Rakerdasus) PDIP se Sulsel di Hotel Grand Clarion Jalan Landak Baru Makassar, Minggu (10/12/2017) malam.

Rekomendasi tersebut diserahkan langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto. Surat rekomendasi yang diserahkan tersebut adalah rekomendasi pasangan, bukan perseorangan.

Ketua Bappilu PDIP Sulsel, Iqbal Arifin menjelaskan bahwa rekomendasi ini dikeluarkan berdasarkan pertimbangan DPP partai dan sepengetahuan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Untuk saat ini, kata Iqbal, PDIP memang hanya mengeluarkan delapan rekomendasi plus satu untuk Pilgub Sulsel.

"Jadi ada sembilan rekomendasi yang sudah dikeluarkan, delapan untuk calon kepala daerah dan satu untuk Pilgub," urainya saat ditemui disela-sela Rakerdasus PDIP se Sulsel, Minggu (10/12/2017) malam.

Adapun delapan daerah yang dimaksud adalah Amran Mahmud-Amran SE (Wajo), Andi Fashar Padjalangi-Ambo Dalle (Bone), Ikhsan Iskandar-Paris Yasir (Jeneponto), Sabirin Yahya-Andi Mahyanto (Sinjai), Basmin Mattayang-Syukur Bijak (Luwu), Judas Amir-Rahmat Masri Bandaso (Palopo), Muslimin Bando-Asman (Enrekang), serta Andi Irwan Hamid-Alimin (Pinrang). Sementara untuk Pilgub Sulsel, yakni pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman.

Inilah Usungan PDIP di 9 Pilkada Serentak Sulsel

Sementara itu, khusus untuk empat daerah lainnya baru akan diumumkan pada 17 Desember mendatang. Yakni Kota Parepare, Makassar, Bantaeng dan Sidrap.

"Tidak ada alasan khusus kenapa empat daerah ini harus ditunda. Memang belum kami umumkan. Nanti tanggal 17 serentak," jelas Iqbal.

Khusus Makassar, Sekjen PDIP Hasto Kristyanto sempat memaparkan alasan penundaan pengumuman usungan. 

"Karena ini ibukota provinsi, butuh perhatian khusus. Makassar adalah kota yang penuh patriotisme. Ibu Ketum punya mimpi Makassar ini dipimpin oleh pemimpin yang betul-betul membawa perubahan untuk kota Makassar," pungkasnya.