Selasa, 12 Desember 2017 20:31 WITA

Motret Saat Verifikasi Faktual, Sejumlah Orang Diusir di Ujung Tanah

Editor: Fathul Khair Akmal
Motret Saat Verifikasi Faktual, Sejumlah Orang Diusir di Ujung Tanah

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Warga Kelurahan Ujung Tanah, mengusir sejumlah orang karena terlibat langsung dalam proses verifikasi faktual yang dilakukan penyelanggara. 
Pendukung yang menggunakan identitas bertuliskan Tim Pengawal Pilwali Bersih ini, masuk ke rumah warga. Kemudian memotret setiap dukungan KTP yang dipegang oleh Tim verifikasi KPU.

"Siapa itu kenapa motret-motret," kata warga.

"Keberadaannya bisa membahayakan keamanan pendukung pasangan DIAmi," kata Bukhari Husain Anggota PPS Ujung Tanah, Selasa (12/12/2017).

Oleh orang tersebut, data KTP dukungan warga direkam menggunakan smartphone. Kemudian dicatat dalam formulir yang sudah disiapkan sebelumnya.

"Kita tidak tahu kemana dia sebar foto itu. Bahaya ini," kata Ketua RW di Kelurahan Ujung Tanah.

Untuk meredam emosi warga, PPS bersama Ketua RW setempat meminta oknum yang diduga pendukung salah satu pasangan calon itu, segera meninggalkan lokasi. Foto hasil rekamannya juga diminta dihapus.

"Data warga ini rahasia. Tidak boleh sembarang orang yang lihat dan rekam. Tidak begitu caranya mengawasi," kata Bukhari.

Bukhari menjelaskan, data warga pendukung pasangan independen wajib dirahasiakan guna mencegah intimidasi dan ancaman dari orang lain yang tidak suka dengan majunya pasangan independen. 

"Bisa saja data itu disebar di media sosial, terus ada yang tidak suka melakukan upaya kriminalisasi. Dengan tujuan supaya warga menarik kembali dukungannya," katanya.

Jumlah warga yang memberikan dukungan KTP untuk bakal calon perseorangan di Kelurahan Ujung Tanah mendekati 4.000 orang. PPS dan Panwas terlihat masuk ke setiap rumah warga dan melakukan verifikasi. Beberapa warga tidak ditemukan karena sedang bekerja dan keluar daerah. 

Proses verifikasi faktual ini mendapat pengawalan dari Panwas dan Tim Pasangan Danny Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi).