Kamis, 11 Januari 2018 11:15 WITA

Jalan Terjal Agus Menuju Pilgub Sulsel 2018

Editor: Mulyadi Abdillah
Jalan Terjal Agus Menuju Pilgub Sulsel 2018
Foto: Fadel

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Agus Arifin Nu'mang resmi mendaftar di KPU sebagai bakal calon Gubernur Sulsel bersama pasangannya, Tanribali Lamo (TBL). 

Untuk bisa sampai di KPU mendaftar sebagai calon Gubernur dan calon Wagub, Agus Arifin Nu'mang harus melalui proses yang panjang dan berjuang, layaknya petarung yang tak kenal lelah, berdarah-darah di medan perang. 

Awal mula perjuangan Agus pun dimulai saat ia harus memilih menjadi kader Gerindra untuk mempermudah langkahnya mendapatkan usungan Gerindra. Namun, kenyataannya Gerindra memberikan surat tugas kepada Nurdin Abdullah. Agus pun kecewa dan mengembalikan kartu tanda anggotanya. 

Gagal di Gerindra Agus tidak putus asa, ia kemudian mendaftar di Partai Demokrat menjalani semua persyaratan, mulai dari  proses penjaringan Demokrat di tingkat DPW  hingga simposium bahkan ia menyatakan dirinya telah menggandeng kader Demokrat Aliyah Mustika Ilham sebagai wakilnya. 

Namun, harapannya harus pupus setelah di tingkat DPP sebagai penentu malah mengalihkan dukungannya kepada pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Muzakkar meskipun pasangan ini tidak melalui seluruh proses penjaringan dan tetap maju lewat jalur perseorangan. 

Jalan Terjal Agus Menuju Pilgub Sulsel 2018

Gagal menggaet Partai Demokrat, bermodalkan PKB (3 kursi) dan PBB (1 kursi), Agus mencoba jalan lain. Bisa di katakan Agus memegang prinsip banyak jalan menuju Roma sebab ia kemudian mencoba jalur independen dengan mengganti pasangannya Aliyah Mustika Ilham menjadi Andi Nurpati.

Dukungan KTP masyarakat saat itu sudah terkumpul sekitar 700 ribu, KTP itu dikumpulkan oleh relawan Agus yang tergabung dalam koalisi ummat antara NU dan  Muhammadiyah. 

Meskipun sudah mengumpulkan sekitar 700 ribu, Agus memiliki firasat bahwa peluangnya untuk maju di lewat jalur Parpol masih terbuka lebar. 

Lewat konfrensi pers bersama sejumlah awak media di hari terakhir penyerahan berkas jalur perseorangan, Agus menyatakan dirinya bersama Andi Nurpati tidak jadi maju lewat jalur perseorangan. Ia kemudian tidak mengungkapkan alasan yang jelas kenapa tidak jadi maju lewat jalur perseorangan. 

Jalan Terjal Agus Menuju Pilgub Sulsel 2018

Setelah memutuskan kembali maju lewat parpol, perjuangan Agus kembali diuji, itu terlihat saat PKB 'dibegal' oleh pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahar Muzakkar. 

Akan tetap, Agus Arifin Nu'mang tidak patah arang, bermodalkan pengalaman dua periode bersama politikus ulung Syahrul Yasin Limpo, Agus mencoba peruntukannya dengan mondar-mandir Makassar-Jakarta. 

Setelah mondar mandir Makassar-Jakarta, Agus sepertinya mendapatkan pencerahan. Ia kemudian diisukan telah mengganti pasangannya dengan menggandeng Tanribali Lamo. 

Menjelang pendaftaran 8-10 Januari, Agus mulai memperlihatkan taringnya, terbukti ia mampu menarik kembali Partai Gerindra yang sudah beberapa bulan berada digenggaman pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman. 

4 Januari tepat pukul 08.00 Agus-TBL di dampingi mantan ketua DPD Gerindra Sulsel Latinro La Tunrung menerima rekomendasi B1KWK Gerindra di kediaman Prabowo Subianto. 

Ia kemudian diberikan kesempatan untuk sampai akhir pendaftaran untuk mencukupkan kursinya minimal 17 kursi untuk bisa mendaftar sebagai calon Gubernur Sulsel. 

Menjelang akhir pendaftaran 10 Januari kemarin, Agus kembali memberikan kejutan, ia tidak mengecewakan Prabowo Subianto dengan membuktikan kepada pemilik partai Gerindra tersebut bahwa ia mampu mencukupkan kursi maju bertarung di Pilgub. 

Tepat pukul 03.00, PPP memutuskan untuk mengalihkan dukungannya dari pasangan IYL-cakka kemudian memberikan dukungannya kepada Agus-TBL. 

Seluruh masyarakat pun mengakui kehebatan Agus-TBL, ia tidak putus asa mengejar partai. Pengamat politik dari Unhas Adi Suryadi Culla menyebut Agus sebagai petarung sejati yang tidak kenal lelah. 

Jalan Terjal Agus Menuju Pilgub Sulsel 2018

"Beliau itu berhasil didetik terakhir mencukupkan partainya. Kalau di sepakbola ia mampu mencetak kemenangan di akhir laga jelang peluit dibunyikan, ia itu survival," ujar Adi Suryadi Culla. 

Menurutnya, Agus Arifin Nu'mang bergerak seperti tidak terlihat, tidak pernah mengumbar dan berbicara di depan publik terkait pergerakannya. Selalu mengatakan tunggu kejutan dan itu terbukti dengan kejutan yang diperlihatkan kemarin. 

"Dengan pergerakan diam-diam, dan tidak ada yang menyangka. Bahkan cenderung diremehkan tapi ia mampu membuktikan bahwa bisa diperhitungkan," katanya. 

Pasangannya, Tanribali Lamo juga memiliki pengalaman yang cukup, artinya keduanya mampu berkolaborasi dan diperhitungkan. "Pak Tanribali Lamo itu kuat memiliki pengalaman di pemerintahan Plt Gubernur empat kali juga pengalaman sebagai seorang tentara," tutupnya.