Kamis, 11 Januari 2018 11:47 WITA

Disarankan Masukkan Keluarga di Pilkada Bantaeng, Nurdin Abdullah Menolak

Editor: Almaliki
Disarankan Masukkan Keluarga di Pilkada Bantaeng, Nurdin Abdullah Menolak
Nurdin Abdullah

RAKYATKU.COM, BANTAENG - Bakal calon gubernur Sulsel yang juga Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah, memberi contoh yang baik bagi perkembangan demokrasi nasional.

Bupati dua periode yang akan mengakhiri masa jabatan Agustus 2018 ini, menolak permintaan tokoh masyarakat agar keluarga inti yang menggantikan dirinya.

Tokoh masyarakat dan tokoh agama di Bantaeng berkali-kali menghadap dan mendesak Prof Andalan agar mengikutsertakan keluarga inti dalam Pilkada Bantaeng 2018.

Tapi, ia menolak permintaan tokoh masyarakat dan tokoh agama yang dipimpin ustaz Nasir, dengan berbagai pertimbangan.

Menurutnya, masih banyak rakyat Bantaeng yang memiliki kapasitas untuk menggantikan dirinya menjadi bupati lima tahun ke depan.

"Jabatan bupati ini tidak boleh diwariskan kepada keluarga inti. Masih banyak yang mampu, selain keluarga saya. Sebagai pemimpin, saya harus netral, dan biarkan rakyat yang memilih pemimpin mereka ke depan. Rakyat tahu yang terbaik untuk mereka," jelas Nurdin Abdullah, kepada beberapa tokoh masyarakat dan tokoh agama yang menghadap kepadanya beberapa bulan lalu.

Disarankan Masukkan Keluarga di Pilkada Bantaeng, Nurdin Abdullah Menolak

Dari empat pasangan bakal calon bupati Bantaeng yang daftar di KPU setempat dan dinyatakan lolos berkas, tidak ada seorang pun yang dari keluarga inti Prof Nurdin Abdullah.

Paket bakal calon bupati Bantaeng yang sudah mendaftar di KPUD Bantaeng, adalah pasangan Andi Sugiarti Mangun Karim dan Andi Mappatoba diusung PPP dan PKB.

Ada juga paket Ilhamsyah Azikin-Sahabuddin yang diusung Partai PKS, PKB, Partai Demokrat, Partai Nasdem, Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Hanura, dan PKPI. 

Sedangkan pasangan Andi Baso Fahrir-Alamsyahruddin Hanafi dan pasangan Muhammad Alwi-Nurdin Halim mendaftar di KPU melalu jalur perseorangan atau independen.