Kamis, 11 Januari 2018 15:44 WITA

Ikhsan Hamid Soroti KPU yang Terima Resi Tidak Pailit DoaMu

Editor: Fathul Khair Akmal
Ikhsan Hamid Soroti KPU yang Terima Resi Tidak Pailit DoaMu
Ikhsan Hamid (baju hitam)

RAKYATKU.COM, SIDRAP - Keputusan KPU Sidrap yang menerima berkas pasangan calon H Dollah Mando-Mahmud Yusuf yang sebelumnya ditolak, memantik polemik.

Bakal calon bupati perseorangan, Andi Ikhsan Hamid menilai, keputusan KPU yang menerima berkas pasangan DoaMu adalah keputusan yang berani.

Pasalnya, kata Andi Enda, sapaannya, bakal calon bupati Mahmud Yusuf tidak menyertakan Surat Keterangan tidak dinyatakan sedang Pailit dari pengadilan negeri tata usaha niaga Surabaya.

"Bayangkan, hanya bermodalkan resi pengiriman yang ditulis tangan dijadikan sebagai dasar dokumen yang seharusnya sangat penting," ujarnya Kamis (11/1/2017).

Ia menilai, KPU termasuk Panwas telah mengambil keputusan yang sangat berani dengan melegalkan hal itu. 

"Bagi kami, Resi Pengiriman tersebut tidak membuktikan apa-apa bahwa yang bersangkutan sedang mengurus surat keterangan tidak sedang pailit yang menjadi syarat bagi calon," tegasnya.

Berdasarkan pengumuman no: 25/PL.03.2-PU/7314/KPU-kab/XII/2017 tentang pendaftaran pasangan calon bupati dan wakil bupati pilkada Sidrap point 12, balon Bupati dan Wakil Bupati menyerahkan surat keterangan dokumen tidak sedang dinyatakan pailit dari pengadilan niaga atau pengadilan tinggi.

Pengumuman ini didasari pada, PKPU no 1 tahun 2017, PKPU no 15 tahun 2017 dan keputusan KPU Sidrap No: 01/KPT/PILBUP/KPU-Kab.025.433362/VIII/2017.

Tim Pemenangan Dollah Mando-Mahmud Yusuf (DoaMu) mengaku tidak berkompeten memberikan klarifikasi terkait polemik itu. 

"Kami sudah melakukan pendaftaran secara prosedural dan sesuai mekanisme serta juknis yang disyaratkan KPU Sidrap, dan kami memenuhinya. Jadi, masalah penerimaan resi itu, sekarang sudah masuk ranah KPU, bukan kami yang harus memberikan klarifikasi," ujar Juru Bicara DoaMu, Syamsul Bahri.

Dengan demikian, lanjut dia, pihak DoaMu lepas dari permasalahan tersebut, karena KPU Sidrap telah menerima resi surat keterangan tersebut dan menyatakan berkas pendaftaran DoaMu lengkap. 

"Jadi kami tidak memiliki permasalahan dengan persoalan resi itu. Buktinya, KPU sudah menerimanya," tambah Syamsul Bahri.

Sebelumnya, Paguyuban Pemantau Pilkada Independen (PPPI) Ajatappareng mempersoalkan permasalahan penerimaan resi surat keterangan sedang tidak pailit milik Mahmud Yusuf ini oleh KPU Sidrap saat mendaftar sebagai bakal calon wakil bupati, Rabu sore kemarin. 

"Jadi hanya dengan menyetor surat atau resi pengiriman berkas tidak pailit sudah dinyatakan diterima. Wah, ini perlu dipertanyakan di KPU. Hukum dari mana dan legalitas dari mana ada aturan membolehkan resi sebagai bukti isi surat keterangan pailit," ujar Wakil Paguyuban Pemantau Pilkada Independen (PPPI) Ajatappareng, Zainal Natsir.