Kamis, 11 Januari 2018 15:51 WITA

PPP 'Selamatkan' Agus-TBL, Aras: Itu Cuma Tiket Saja

Editor: Mulyadi Abdillah
PPP 'Selamatkan' Agus-TBL, Aras: Itu Cuma Tiket Saja
M Aras saat memberikan keterangan pers, Kamis (11/1/2018).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Ketua DPW PPP Sulsel, M Aras buka suara perihal tiket partainya 'direbut' oleh Agus Arifin Nu'mang-Tanribali Lamo di detik-detik akhir pendaftaran calon kepala daerah.

Padahal, PPP sejuah ini telah menegaskan tetap berada di barisan pemenangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) yang maju via jalur perseorangan. 

Kembali Aras menegaskan, kader PPP di Sulsel akan tetap memenangkan IYL-Cakka. Meski, di atas kertas, DPP PPP telah mengeluarkan titah untuk Agus-TBL. 

"Rekomendasi itu hanya dijadikan tiket saja untuk (Agus-TBL) mendaftar. Selesai mendaftar, berarti sudah selesai," terang Aras, dalam jumpa pers, di Warkop Dg Sija, Jalan Topaz, Makassar, pada Kamis (11/1/2018) siang.

Sebab, menurut Aras, berdasarkan hasil komunikasinya dengan elite DPP PPP, termasuk Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal, tidak ada perintah kepada kader PPP di Sulsel untuk memenangkan Agus-TBL pada Pilgub Sulsel 2018.

"Keputusan besar gerbong (PPP) di Sulsel, kita serahkan sepenuhnya kepada DPW untuk memenej-nya," kata Aras, menirukan perkataan salah satu elite DPP PPP yang diajak komunikasi.

PPP 'Selamatkan' Agus-TBL, Aras: Itu Cuma Tiket Saja

Makanya, Aras menegaskan, konsistensi PPP untuk tetap berada di gerbong IYL-Cakka tidak goyah. "Kader tetap ke IYL-Cakka," tegasnya.

Kendati dikemudian hari, DPP meminta kepada DPW untuk mengalihkan arah dukungan kader, Aras tidak serta-merta mau menerima. Tentunya, kata Aras, perlu adanya pengkajian berdasarkan hasil komunikasi yang dibangun dengan DPP.

"Yang jelas sampai hari ini hasil komunikasinya saya, bahwa (PPP) Sulsel diizinkan untuk tetap di IYL-Cakka," tegasnya lagi.

"(Ibarat) bahasanya, Pak Agus itu cuma dapat boarding pass-nya saja," pungkas Aras.

Seperti diketahui, PPP menjadi penyelamat Agus-TBL mendaftar sebagai calon gubernur dan wakil gubernur. Sebab, sebelum PPP (7 kursi) merapat, koalisi Gerindra (11 kursi) dan PBB (1 kursi) belum dapat untuk mencukupkan persyaratan parpol. Sedangkan, batas minimal kursi persyaratan yakni 17 kursi.