Kamis, 11 Januari 2018 18:22 WITA

Anggota Pemuda Pancasila di Sidrap Beda Pilihan

Editor: Fathul Khair Akmal
Anggota Pemuda Pancasila di Sidrap Beda Pilihan
Ilustrasi

RAKYATKU.COM, SIDRAP - Pasangan Fatmawati Rusdi - Abdul Majid adalah pasangan pertama yang mendaftar sebagai bakal calon bupati dan bakal calon wakil Bupati di KPU. Disusul pasangan Dollah Mando - Mahmud Yusuf.

Hanya saja, kegiatan deklarasi hingga pendaftaran yang dilakukan baik kubu pasangan Fatmawati Rusdi - Abdul Majid maupun Dollah Mando- Mahmud Yusuf, agak menyita perhatian publik. 

Pasalnya, di deklarasi dan pendaftaran kedua bakal calon bupati dan wakil bupati ini di Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat pada 8 dan 10 Januari 2018, dihadiri puluhan kader Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Sidrap. 

Bedanya, kader yang hadir di deklarasi dan pendaftaran pasangan FATMA tidak menggunakan atribut, sementara kader PP yang hadir di deklarasi dan pendaftaran DoaMu memilih menggunakan seragam lengkap.

Pengurus MPC Pemuda Pancasila Sidrap, Sahida Duwila yang dihubungi terpisah mengakui, bahwa kader PP Sidrap memang memiliki sikap berbeda di Pilkada Sidrap, 2018.

"Setiap kader PP diberikan hak berpolitik, tanpa intimidasi. Silakan saja. Tapi secara kelembagaan, PP tidak bersikap. Terlebih, karena Ketua MPC PP adalah seorang ASN. Tentu tidak dibolehkan," ujarnya.

Ia menganggap, perbedaan pilihan yang terjadi di kubu MPC PP Sidrap, adalah sebuah dinamika.

Sekadar diketahui, Sahida merupakan salah satu kader MPC Pemuda Pancasila Sidrap yang ikut mengantar pasangan FATMA mendaftar di KPU, Senin (8/1/2018) lalu. 

Ia hanya meminta, tidak ada penggiringan opini bahwa MPC Pemuda Pancasila secara kelembagaan mendukung salah satu paslon. Asumsinya, karena keanggotaan PP berasal dari banyak partai politik. 

"Anggota organisasi ini berasal dari lintas partai politik. Kalau atribut dipakai dalam pilkada, ada anggota lain yang tercederai. Khawatirnya ada gesekan internal. Merangkul kembali itu susah,” ungkapnya.

Ketua SAPMA PP Sidrap, Avief, yang dihubungi juga berpendapat sama. Ia mengatakan, selaku organisasi sayap dari MPC PP, SAPMA tidak pernah menyatakan sikap mendukung salah satu calon. 

Artinya, kata dia, kalau ada orang ikut terlibat itu hanya membawa person. "Kita tidak dibolehkan membawa atribut SAPMA ke ranah politik," katanya.

Sampai saat ini, ulang Avief, SAPMA sebagai organisasi sayap Pemuda Pancasila belum menyatakan sikap politik secara kelembagaan. Namun, ia tak menampik jika ada anggota SAPMA yang bergabung di tim FATMA, DoaMu dan cabup lainnya.