Minggu, 14 Januari 2018 15:36 WITA

Diduga Jadi Timses Kandidat Pilgub Sulsel, Panwaslu Proses ASN Maros

Editor: Adil Patawai Anar
Diduga Jadi Timses Kandidat Pilgub Sulsel, Panwaslu Proses ASN Maros

RAKYATKU.COM, MAROS - Seorang oknum ASN yang bertugas di Kantot Camat Tompobulu, Maros, Azhar, harus berurusan dengan Panwaslu Maros. pasalnya, berdasarkan temuan Panwaslu, yang bersangkutan ditemukan terlibat pada pleno di KPUD bersama tim sukses salah satu bakal calon Pilgub Sulsel.

Ketua Panwaslu Maros, Sufirman mengatakan jika ia telah memanggil yang bersangkutan  untuk dimintai klarifikasinya.

"Pak Azhar ini ditemukan terlibat pada saat menghadiri rapat pleno di KPUD bersama LO salah satu bakal calon tentang penetapan hasil verifikasi faktual dukungan calon  perseorangan,  indikasi keterlibatan yang bersangkutan diperkuat dengan bukti-bukti  foto yang ditemukan diakun facebooknya yang selain foto meniru gaya salah satu bakal calon juga menggunakan baju bertuliskan jargon kandidat, yang bersangkutan juga telah mengunggah foto-foto salah satu bakal pasangan calon di akun facebooknya yang atas nama Azhar Acca Maros." Papar Firman, Minggu (14/1/2018).

Berdasarkan bukti-bukti tersebut dan keterangan saksi-saksi hasil klarifikasi yang dilakukan oleh Panwas Kabupaten Maros, lanjut Firman, maka yang bersangkutan terindikasi kuat telah melakukan perbuatan yang mengarah pada keberpihakan salah satu bakal calon atau perbuatan yang mengindikasikan terlibat dalam politik prakatis/berafiliasi dengan Partai Politik atau tidak netral sebagai ASN. 

"Atas perbuatan tersebut yang bersangkutan dianggap cukup bukti telah melanggar  sehingga hasil Pleno Panwaslu Kabupaten Maros menganggap layak ditindak lanjuti untuk diajukan ke Komisi Etik ASN," Lanjut Firman.

Firman menegaskan jika Panwaslu Kabupaten Maros berupaya untuk terus menerus memperkuat pengawasan dalam tiap tahapan pemilu.

"Salah satu tingkat kerawanan yang tinggi dalam pemilu adalah persoalan politik uang dan keterlibatan ASN, hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen bersama baik yang telah dituangkan dalam UU No.  10 tahun 2016 maupun yang telah dituangkan dalam kesepakatan bersama antara Bawaslu RI dengan KSN, oleh karenanya netralitas ASN dalam pemilu juga bagian dari fokus pengawasan kami," tutupnya. 

Sementara Divisi Hukum dan Penindakan Panwaslu Maros, Hasmaniar Bachrum mengingatkan kepada ASN untuk tetap menjaga diri dan tidak terlibat dalam politik praktis.

"Kita juga menghimbau untuk ASN untuk tetap menjaga diri agar tidak ikut dalam politik praktis baik di daerah sendiri maupun di luar daerah," singkatnya.