Minggu, 14 Januari 2018 17:38 WITA

Selain Berani, Pengawas Pemilu Lapangan Wajib Netral

Editor: Abu Asyraf
Selain Berani, Pengawas Pemilu Lapangan Wajib Netral
Pengawas Pemilu Lapangan Kecamatan Maritengngae, Sidrap berfoto bersama unsur Muspika usai pelantikan, Minggu (14/1/2018).

RAKYATKU.COM,SIDRAP - Kesuksesan pilkada 2018 tidak lepas dari peran Pengawas pemilu Lapangan (PPL). Mereka menjadi ujung tombak Panwaslu dalam mengawal pilkada agar berjalan bersih.

Ketua Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Maritengngae, Kabupaten Sidrap, La Massikki mengingatkan jajarannya saat melantik dan mengambil sumpah 12 PPL di sekretariat Panwascam setempat, Jalan Jenderal Sudirman Pangkajene, Minggu (14/1/2018).

La Massikki mengharapkan seluruh PPL di setiap desa/kelurahan di Kecamatan Maritengngae senantiasa melakukan koordinasi dengan Panwascam dalam pengawasan tahapan pilkada bupati dan gubernur 2018. 

"Kami minta para PPL yang telah dilantik ini bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya untuk melakukan pengawasan di setiap tahapan Pilkada dan melaporkan segala pelanggaran yang terjadi di masing-masing wilayah tugasnya," papar La Massikki. 

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Perekrutan Petugas PPL Panwascam Maritengngae, Rasmawati juga meminta PPL bekerja sesuai dengan sumpah dan pakta integritas yang telah dibacakan dan ditandatangani. 

Pelantikan dan pengambilan sumpah petugas PPL ini dihadiri Camat Maritengngae, Arlin Ariesta, Kapolsek Maritengngae, Iptu Rosmawati, Danramil setempat, serta pihak terkait lainnya. 

"Panwas selaku salah satu penyelenggara pemilu harus selalu bersikap netral dan wajib mengawasi tahapan pemilu. Apabila ada yang melanggar, tindaki pelanggar tersebut," pesan Camat Arlin Ariesta dalam sambutannya. 

Dua belas PPL se Kecamatan Maritengngae yang dilantik tersebut masing-masing dari Desa Kanie, Desa Sereang, Kelurahan Pangkajene, Kelurahan Wala, Kelurahan Majelling, Kelurahan Majelling Wattang, Kelurahan Lakessi, Kelurahan Rijangpittu, Kelurahan Lautang Benteng, Desa Tanete, Desa Allakuang, dan Desa Takkalasi.