Rabu, 17 Januari 2018 21:41 WITA

Tak Sinkron dengan RPJMD, KPU Sulsel Kembalikan Visi-Misi Bakal Calon Gubernur

Editor: Abu Asyraf
Tak Sinkron dengan RPJMD, KPU Sulsel Kembalikan Visi-Misi Bakal Calon Gubernur
KPU Sulsel mengembalikan naskah visi-misi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel, Rabu (17/1/2018).

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - KPU Sulsel mengembalikan naskah visi-misi pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur. Umumnya gara-gara tidak sinkron dengan program. 

Hal itu disampaikan pada rapat pleno terbuka di kantor KPU Sulsel, Jalan AP Pettarani, Rabu sore (17/1/2018). Acara itu dihadiri Bawaslu Sulsel serta liaison officer (LO) masing-masing pasangan bakal calon, yakni Agus Arifin Nu'mang-Tanribali Lamo, Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman, dan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar.

Cacat itu ditemukan setelah dilakukan penelitian berkas dan administrasi pada 10-16 Januari. KPU meminta naskah visi-misi dan program diperbaiki. Ada ketidaksesuaian antara visi-misi dan program yang dicanangkan oleh para bakal calon, dengan Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Pemerintah Provinsi Sulsel tahun 2020-2025.

"Kami nyatakan, semua bakal calon harus memperbaiki," ujar Misna M Attas, komisioner KPU Sulsel.

Misna mengatakan, penilaian tersebut melibatkan sejumlah pakar. Mereka antara lain Prof Darmawan Salman, Prof Sangkala, Prof Basri Modding, Prof Nurhayati Rahman, Prof Sahruddin Nawi. Perwakilan penyandang disabilitas dan Ikatan Ahli Perencana Indonesia Sulsel juga dilibatkan.

Hasil penilaian para pakar, juga ditemukan ketidakseragaman penulisan naskah visi-misi yang disodorkan oleh bakal calon kandidat.

"Ada beberapa konten yang harus lebih diperjelas lagi oleh pasangan bakal calon. Kami juga sudah melampirkan RPJPD di (dokumen) bakal pasangan calon untuk dijadikan sebagai rujukan," papar Misna.

KPU menunggu berkas perbaikan pada 18 hingga 20 Januari di Hotel Grand Asia, Makassar.

Sementara hasil pemeriksaan kesehatan, seluruh pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dinyatakan memenuhi syarat.

"Hasil pemeriksaan kesehatan secara keseluruhan bakal pasangan calon dinyatakan mampu untuk menjadi gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Selatan tahun 2018-2023," kata Misna.

Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan pada 11-12 Januari di RS Wahidin Sudirohusodo PCC, melibatkan BNN, IDI dan Himpsi.

Ketua KPU Sulsel, Iqbal Latif menjelaskan, perihal penyesuaian format penyusunan visi-misi dan program bakal calon, sebelumnya memang tidak ditentukan.

Akan tetapi, kata Iqbal, tujuan penyeragaman naskah tersebut, untuk memudahkan masyarakat umum membaca visi-misi dan program yang dicanangkan sebagai calon gubernur.

"Sistematika penulisan saja yang mau diubah. Jadi hampir semua itu berbeda. Ada yang mendekati dengan format standar, ada pula yang belum. Jadi itu dasar kita untuk seragam kan format, dan untuk memudahkan saja," pungkas Iqbal.