Selasa, 13 Februari 2018 16:42 WITA

SYL Minta Izin Ketum untuk Tidak Jadi Jurkam, NH-Aziz Bilang Tidak Masalah

Editor: Abu Asyraf
SYL Minta Izin Ketum untuk Tidak Jadi Jurkam, NH-Aziz Bilang Tidak Masalah
Nurdin Halid saat hendak meninggalkan Hotel Four Points by Sheraton, Selasa (13/2/2018).

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Syahrul Yasin Limpo (SYL) ogah menjadi juru kampanye (jurkam) pasangan yang diusung Partai Golkar, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar. 

Menanggapi hal itu, Nurdin Halid tak mempersoalkannya. Dia mengatakan, sebagai pengurus DPP Golkar, SYL seharusnya ikut mengampanyekan pasangan yang diusung partai berlambang pohon beringin itu. Namun, tidak ada paksaan.

''Partai mungkin butuh, karena dia anggota Golkar. Persoalan nanti akan bagaimana, itu persoalan partai,'' ujar Nurdin usai pengundian nomor urut di Hotel Four Points by Sheraton, Selasa (13/2/2018).

Sebelumnya, SYL memang sudah menyampaikan niatnya untuk tidak lebih cepat dihubung-hubungkan dengan Pilgub Sulsel.

"Saya tidak mau jadi Jurkam. Saya masih mau tarik napas sedikit untuk rakyat. Saya tentu tidak mau ikut dulu seperti itu. Saya fokus untuk rakyat," ujar Syahrul, Kamis (8/2/2018).

Syahrul jauh sebelumnya memang sudah menjalin kesepakatan dengan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, untuk tidak memasukkan dirinya ke dalam Jurkam NH-Aziz. 

"Saya juga minta sama Ketua Golkar bahwa saya tidak ditunjuk untuk ikut kampanye dulu terutama di Sulsel. Tentu saya punya alasan yang kuat untuk itu, " ungkapnya.