Kamis, 15 Februari 2018 16:16 WITA

Sanksi Tegas Menanti jika Pejabat Kampus di Sulsel Berpolitik Praktis

Editor: Adil Patawai Anar
Sanksi Tegas Menanti jika Pejabat Kampus di Sulsel Berpolitik Praktis
Menristekdikti, Moh. Natsir.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Menristekdikti, Moh. Natsir mengimbau kepada seluruh pejabat kampus yang ada di Sulawesi Selatan untuk tidak terlibat dalam politik praktis jelang Pilkada serentak 2018.

Untuk menghindari keterlibatan kampus dalam politik praktis, Moh. Natsir juga melarang atribut-atribut kampanye tersebar di universitas yang ada di Sulawesi Selatan. 

"Politik praktis itu tidak ada di kampus. Kampus itu untuk akademik untuk pendidikan. Kampus kami larang untuk politik praktis ya,"tegas Menristekdikti Moh. Natsir saat diwawancara usai menghadiri seminar di PNUP di Bumi Tamalanrea, Makassar, Kamis (15/2/2018).

Menanggapi kampanye terselubung yang dilakukan di kampus, maka Moh. Natsir tidak akan segan untuk memecat siapapun termasuk untuk pejabat yang ada di birokrasi kampus. Untuk itu, ia meminta kepada seluruh pemimpin kampus untuk tetap giat mengimbau kepada jajarannya untuk mengikuti peraturan tentang pelarangan kegiatan berpolitik di institusi pendidikan. 

"Sudah ada dalam undang-undang KPNS. Jika itu (politik) dilakukan, bisa langsung dikeluarkan,"pungkas Moh. Natsir.